Isilah Kedua bentuk Tes Berikut ini, lalu hasil dari isian, Anda kirimkan ke email: otodidaktor@yahoo.co.id atau sam_penulis@yahoo.com, nanti saya balas ke email Anda tentang hakikat GAYA BELAJAR dan PRIORITAS JENIS KECERDASAN BERGANDA Yang Harus Anda Kembangkan Untuk Berhasil Di Masa Depan! Cuman harus diingat, 10 April 2010, saya tidak Online dan KAO Libur!
Metode Mengetahui Gaya Belajar
Ahmad Zamhari Hasan
Lingkari atau silang satu huruf di antara a, b, dan c yang cocok bagi Anda;
kepribadian, minat atau kesenangan, prilaku dan keinginan.
1. a) Duduk tegak saat membaca buku
b) Sering mengangguk-anggukkan kepala sambil membaca
c) Suka mempermainkan fulpen/kertas dan menggerakkan kaki sambil membaca
2. a) Menjalankan bisnis atas dasar hubungan personal antar wajah
b) Suka menjalankan bisnis melalui telepon/Hp
c) Suka melakukan urusan seraya mengerjakan sesuatu, jalan-jalan saat bermain golf
3. a) Melihat lurus ke depan atau memandang ke pendidik
b) Melihat ke kiri dan ke kanan atau ke bawah saat pembelajaran.
c) Seorang yang melihat ke kanan (padahal bukan kidal) keatas saat pembelajaran
4. a) Jika berbicara cepat
b) Berbicara dengan suara yang berirama
c) Berbicara dengan lambat atau terpatah-patah.
5. a) punya ingatan visual yang bagus -ingat sesuatu walau beberapa hari lalu.
b) menghapal kata-kata atau gagasan yang pernah diucapkan
c) ingat lebih baik menggunakan alat bantu belajar/teknologi
6. a) Tidak merasa bosan duduk lama mendengarkan materi pembelajaran
b) Senang belajar di ruangan
c) Merasa bosan duduk lama dan senang belajar di luar.
7.a)senang membaca buku
b) Senang bertanya
c) Senang belajar secara langsung
8. a) suka mengisi TTS, menonton film di bioskop
b) suka mendengarkan radio, drama dan debat
c) menyukai kegiatan sosial maupun olahraga, seperti menari dan lintas alam.
9. a) selera berpakaian penuh gaya
b) selera berpakaian yang penting merk
c) selera berpakaian sederhana
10 .a) menyatakan emosi dengan ekspresi muka
b) mengungkapkan emosi secara verbal melalui perubahan nada bicara/vokal
c) mengungkapkan emosi melalui gerak tubuh
11. a) aktivitas kreatif; menulis, menggambar dan melukis
b) aktivitas kreatif; berdongeng, bermain musik, menyanyi,berdebat dan berfilosofi
c) aktivitas kreatif; kerajinan tangan, berkebun, menari dan olah raga
12. a) saat diam suka melamun atau menatap ke angkasa
b) saat diam suka bercakap-cakap dengan dirinya sendiri
c) dalam keadaan diam selalu merasa gelisah, tidak bisa duduk tenang
Setelah menjawab, coba dihitung mana yang terbanyak jawaban
1. Kalau jawabannya banyak a) berarti Anda Pembelajar Visual.
2. Kalau jawabannya banyak b) berarti Anda Pembelajar Auditori
3. Kalau jawabannya banyak c) berarti Anda Pembelajar Kinestetik
4. Anda dapat memanfaatkan semua Gaya Belajar di atas, jika telah mampu mempraktikkan satu Gaya Belajar yang sesuai.
Memahami Kecerdasan Berganda
Ahmad Zamhari Hasan
Lingkari atau silang dua kolom (a,b,c,d,e,f,g,h,i,j ), misalnya a) dan g) yang cocok bagi Anda; kepribadian, pemikiran, prilaku, minat, kesenangan dan keinginan.
1. a) suka membaca buku
b) suka berhitung
c) suka seni, menggambar atau memahat
d) suka menyanyi
e) suka melakukan olahraga fisik
f) suka bekerja sama
g) senang melihat sisi batiniah manusia
h) memelihara sendiri binatang peliharaan
i) belajar dari buku lebih mudah dari pada melalui orang lain
j) senang membaca Al-Qur’an
2. a) sensitif (peka) terhadap pola
b) suka pada ketepatan
c) menggunakan metavora (perbandingan)
d) sensitif terhadap nada
e) memiliki kontrol terhadap obyek/sasaran
f) pintar berhubungan dengan orang lain
g) selalu melakukan penilaian terhadap diri sendiri
h) dapat mengenali dan menamai pohon, tumbuhan, dan bunga yang berbeda
i) memiliki ego yang tinggi
j) suka mempelajari sejarah para Nabi atau Ulama’
3. a) berpikir sistematis (runut atau teratur)
b) suka berpikir abstrak
c) berpikir dengan gambar
d) sensitif terhadap warna nada musik
e) berpikir mekanik ( seperti putaran mesin )
f) mampu membaca maksud hati orang lain
g) memiliki intuisi yang kuat
h) menyukai pengetahuan tentang tubuh bekerja dan kesehatan
i) berpikir radikal
j) berpikir melingkar
4. a) mampu berargumentasi (berpendapat dengan alasan kuat)
b) menyukai keadaan yang teratur
c) mudah membaca peta, grafik dan diagram
d) sensitif terhadap kekuatan emosi musik
e) belajar dengan bergerak lebih menyenangkan
f) menikmati berada di tengah-tengah orang banyak
g) memiliki kesadaran terhadap kemampuan diri
h) suka bertani atau memancing
i) menyukai keadaan yang tidak teratur
j) memahami tanda-tanda dari fenomena alam
5. a) teratur dalam melakukan berbagai hal
b) suka berpikir logis (masuk akal)
c) memiliki indera warna yang hebat
d) sensitif (peka) terhadap susunan musik yang rumit
e) memiliki respon dan reflek yang bagus
f) memiliki banyak teman
g) peduli pada tujuan hidup
h) senang bekerja di kebun atau halaman rumah
i) memiliki insting (naluri yang alami) yang bagus
j) memiliki indera keenam yang bersifat spiritual
6. a) Memiliki kemampuan menulis
b) sangat suka pada komputer
c) mengingat berdasarkan gambar lebih mudah
d) mampu membuat lirik/syair/puisi
e) mahir dalam kerajinan tangan
f) mampu berkomunikasi dengan baik
g) memiliki motivasi diri yang tinggi
h) berminat pada masalah sosial dan motivasi manusia
i) senang belajar pada hal-hal kecil dan sepele
j) senang shalat dan berdzikir (baik sendiri atau bersama)
7. a) mengeja dengan mudah
b) suka memecahkan masalah
c) menggunakan semua indera untuk membayangkan sesuatu
d) sensitif terhadap irama musik
e) belajar dengan melibatkan diri dalam proses belajar
f) menikmati kegiatan bersama
g) ingin berbeda dari orang kebanyakan
h) senang informasi tentang jagad raya dan bumi
i) mampu melihat makna sesuatu dari sudut yang berbeda
j) suka berkomunikasi dengan hati nurani
8. a) suka permaianan kata-kata
b) senang melakukan percobaan-percobaan
c) menghasilkan citra mental
d) terkadang suka pada suatu kekuatan di luar dirinya
e) gampang mengingat yang dilakukan bukan yang dikatakan
f) mampu bernegoisasi (tawar menawar)
g) amat sadar pada kekuatan dan kelemahan diri
h) menyenangi isu pemanasan global
i) senang mengajar atau membantu orang dengan ilmu
j) menjadi orang yang paling bermanfaat sebagai prinsip hidup
9. a) punya ingatan tajam tentang hal-hal sepele
b) suka mencatat secara teratur
c) suka menonton film atau drama
d) menyenangi alat musik tertentu (gitar, suling atau gendang)
e) resah jika tidak melakukan apa-apa
f) suka menengahi pertengkaran
g) sadar diri
h) suka pada lingkungan asri
i) senang mempelopori hal-hal baru dan gila
j) melakukan segala sesuatu karena mengharap ridha Allah
10 a) senang belajar bahasa
b) senang belajar matematika
c) senang belajar melukis
d) senang belajar seni musik
e) senang belajar ilmu terapan
f) senang belajar ilmu sosial
g) senang belajar ilmu humaniora
h) senang belajar ilmu alam
i) senang belajar sendiri
j) senang belajar ilmu agama
Sekarang hitung berapa jumlah masing masing kolom
a) ......... Kecerdasan Linguistik
b) ........ Kecerdasan Matematis Logis
c) ........ Kecerdasan Visual Spasial
d) ........ Kecerdasan Musikal
e) ........ Kecerdasan Kinestetis
f) ........ Kecerdasan Interpesonal
g) ........ Kecerdasan Intrapersonal
h) ........ Kecerdasan Naturalis
i) ........ Kecerdasan Otodidaktor
j) ........ Kecerdasan Spritual
Kuliah Online Gratis berubah menjadi bagaimana cara supaya berhasil menjadi penulis. Sedang yang serius Kuliah Online bergabunglah dengan www.kuliahpraktis.com
Senin, 22 Maret 2010
Bagaimana Setelah UN?
BAGAIMANA SETELAH UN?
Alhamdulillah Ujian Akhir Nasional sedang berlangsung, semoga berjalan lancar dan semua pesertanya dapat lulus dengan baik. Amin! Awalnya, saya menentang Ujian Nasional, namun berhubung kebijakan Diknas tetap menjalankannya, maka saya harus memiliki sikap berbeda yakni menyempurnakan system UN, bersikap benar setelah UN dan menyusun langkah baru demi masa depan.
Sistem UN harus senantiasa disempurnakan dan diperbaiki supaya dapat memberi andil yang besar terhadap kesuksesan anak-anak bangsa dalam berbagai sendi kehidupan yang dijalani. UN sebagai satu-satunya barometer kelulusan, kurang tepat, paling tidak UN menentukan 60% kelulusan pelajar, sedang 40% ditentukan sekolah dengan melihat perilaku keseharian, nilai harian dan kepribadian mereka (idealnya 50% dan 50%). Ini sebagai bentuk kompromi keputusan MA yang menginginkan supaya UN dihapus. Hal ini akan berakibat baik pada pelajar, sebab mereka tidak akan menganggap UN sebaga “Pembunuh Kejam Tanpa Perasaan,” bahkan dijadikan alasan untuk stress, depresi, atau bunuh diri (semoga hal ini tidak terjadi, baca tulisan saya dib log ini; JANGAN BUNUH DIRI).
Dalam memandang UN, para pelajar harus melihat bahwa targetnya “hanya” 55%, jika mereka menguasai 60% saja materi UN yang diujikan, pasti sudah lulus, mengapa hal ini harus ditakuti? Untuk mengatasi hal ini, seharusnya pelajar menyediakan waktu 2 jam tiap hari untuk belajar, bukan hanya belajar sepanjang hari dan malam saat ujian saja.
SETELAH UN
Setelah UN berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan bahu membahu guna melakukan penyempurnaan terus menerus demi mencetak generasi muda yang dapat berhasil dalam Akhir Zaman ini.
Pihak sekolah harus menyempurnakan system pembelajaran. Hasil ujian siswa dapat dijadikan ukuran kualitas seorang guru di sekolah. Dalam hal ini, para guru harus melakukan beberapa hal; mempersiapkan diri sebelum mengajar meski telah berpengalaman mengajar selama puluhan tahun, menerapkan metode-metode baru dalam pembelajaran seperti cara cepat belajar, belajar dalam keadaan fun (menyenangkan), pendidikan kontekstual, serta menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya. Sedang pihak sekolah; melengkapi sarana dan prasarana, melalukan evaluasi secara berkala, menyelenggarakan pelatihan Motavasi pada para guru dan pelajar, memberikan kesejahteraan yang layak pada guru, dan berusaha menjadikan sekolahnya bertitel unggulan atau memenuhi standar Nasional atau Internasional.
Sedangkan pada para pelajar, bagaimana bersikap setelah UN?
Pertama; menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Jika lulus Alhamdulillah, jika tidak lulus, ikuti saja ujian ulangan. Jadi tidak perlu stress, depresi dan bersedih berlebihan. Hidup tetap harus dijalani, baik lulus UN atau tidak.
Kedua; Introspeksi diri (merenung) terhadap hasil UN yang diraih, jika lulus UN, berupaya meningkatkan standar nilai dan berusaha menjadi yang terbaik, jika belum lulus belajar lebih giat setiap hari seumur hidup dan berusaha lebih keras di masa mendatang. Ada anak yang 2 tahun tidak naik kelas, justru saat terjun di tengah-tengah masyarakat, dia berhasil melebihi yang rengking 1 terus menerus.
Ketiga; Setelah berhasil lulus pun, tantangan di depan mata menghadang. Bagi yang lulus bingung mau kuliah apa dan dimana, bingung apa mau kuliah atau kerja, bingung mau kemana. Sesungguhnya yang lulus UN menghadapi masalah, demikian juga yang tidak lulus. Posisi sama saja. Bagi yang mampu kuliah, lanjutkan pendidikan setinggi-tingginya sesuai bidang ilmu yang ingin diperdalam dan disukai. Sedang yang tidak kuliah, dapat mengikuti Kuliah Alternatif Online (KAO) yang saya tawarkan secara gratis 100%. Bagi yang mau bekerja, langsunglah bekerja apa saja asal halal, tidak perlu gengsi, merasa malu atau susah. Mudah mengatasi kebingungan bukan?
Keempat; bagi pelajar yang tidak dapat kuliah dengan alasan apa pun juga, teruslah belajar seumur hidup, bekerja sambil belajar dan isilah kehidupan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai waktu yang membunuh kita. Sekali lagi KAO dapat menjadi alternatif.
Kelima; inti pendidikan yang sesungguhnya ialah pembetukan kepribadian bermartabat, bermental baja, beradabtasi dengan baik terhadap kehidupan, dan menjalani hidup yang lebih baik. Setelah UN, cobalah nilai keempat hal ini dalam diri masing-masing pelajar; sudahkan memiliki kepribadian bermartabat? Sudahkah memiliki mental baja atau semangat pantang menyerah? Sudahkah beradabtasi dengan baik terhadap kehidupan? Sudahkah berupaya dengan sungguh-sungguh guna menjalani hidup yang lebih baik? Jika belum, berarti lulus UN, tapi tidak lulus dalam kehidupan. Lho! Renungkanlah!
Keenam; disamping berhasil lulus UN sebagai salah satu barometer mampu mengembangkan kecerdasan Intelegentia, para pelajar harus mampu mengembangkan kecerdasan Spritual dan Emotional mereka. Hal ini harus diperhatikan dengan seksama oleh Lembaga Pendidikan. Kecerdasan spiritual ialah menjalankan rukun Islam; shahadat, shalat, puasa, zakat dan haji dengan penuh keyakinan tanpa keraguan. Sedang kecerdasan emotional ialah memiliki semangat pantang menyerah, mampu mencari jalan keluar terhadap masalah dan mengatasinya, bersikap benar sesuai situasi dan kondisi, dan dapat mengatur perasaan sesuai kebutuhan.
Baca juga tips sukses dalam menjalani kehidupan dan tips sukses belajar di Pondok.
Bumi Allah, 07 Rabiul Awal 1431/23 Maret 2010
Alhamdulillah Ujian Akhir Nasional sedang berlangsung, semoga berjalan lancar dan semua pesertanya dapat lulus dengan baik. Amin! Awalnya, saya menentang Ujian Nasional, namun berhubung kebijakan Diknas tetap menjalankannya, maka saya harus memiliki sikap berbeda yakni menyempurnakan system UN, bersikap benar setelah UN dan menyusun langkah baru demi masa depan.
Sistem UN harus senantiasa disempurnakan dan diperbaiki supaya dapat memberi andil yang besar terhadap kesuksesan anak-anak bangsa dalam berbagai sendi kehidupan yang dijalani. UN sebagai satu-satunya barometer kelulusan, kurang tepat, paling tidak UN menentukan 60% kelulusan pelajar, sedang 40% ditentukan sekolah dengan melihat perilaku keseharian, nilai harian dan kepribadian mereka (idealnya 50% dan 50%). Ini sebagai bentuk kompromi keputusan MA yang menginginkan supaya UN dihapus. Hal ini akan berakibat baik pada pelajar, sebab mereka tidak akan menganggap UN sebaga “Pembunuh Kejam Tanpa Perasaan,” bahkan dijadikan alasan untuk stress, depresi, atau bunuh diri (semoga hal ini tidak terjadi, baca tulisan saya dib log ini; JANGAN BUNUH DIRI).
Dalam memandang UN, para pelajar harus melihat bahwa targetnya “hanya” 55%, jika mereka menguasai 60% saja materi UN yang diujikan, pasti sudah lulus, mengapa hal ini harus ditakuti? Untuk mengatasi hal ini, seharusnya pelajar menyediakan waktu 2 jam tiap hari untuk belajar, bukan hanya belajar sepanjang hari dan malam saat ujian saja.
SETELAH UN
Setelah UN berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan bahu membahu guna melakukan penyempurnaan terus menerus demi mencetak generasi muda yang dapat berhasil dalam Akhir Zaman ini.
Pihak sekolah harus menyempurnakan system pembelajaran. Hasil ujian siswa dapat dijadikan ukuran kualitas seorang guru di sekolah. Dalam hal ini, para guru harus melakukan beberapa hal; mempersiapkan diri sebelum mengajar meski telah berpengalaman mengajar selama puluhan tahun, menerapkan metode-metode baru dalam pembelajaran seperti cara cepat belajar, belajar dalam keadaan fun (menyenangkan), pendidikan kontekstual, serta menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya. Sedang pihak sekolah; melengkapi sarana dan prasarana, melalukan evaluasi secara berkala, menyelenggarakan pelatihan Motavasi pada para guru dan pelajar, memberikan kesejahteraan yang layak pada guru, dan berusaha menjadikan sekolahnya bertitel unggulan atau memenuhi standar Nasional atau Internasional.
Sedangkan pada para pelajar, bagaimana bersikap setelah UN?
Pertama; menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Jika lulus Alhamdulillah, jika tidak lulus, ikuti saja ujian ulangan. Jadi tidak perlu stress, depresi dan bersedih berlebihan. Hidup tetap harus dijalani, baik lulus UN atau tidak.
Kedua; Introspeksi diri (merenung) terhadap hasil UN yang diraih, jika lulus UN, berupaya meningkatkan standar nilai dan berusaha menjadi yang terbaik, jika belum lulus belajar lebih giat setiap hari seumur hidup dan berusaha lebih keras di masa mendatang. Ada anak yang 2 tahun tidak naik kelas, justru saat terjun di tengah-tengah masyarakat, dia berhasil melebihi yang rengking 1 terus menerus.
Ketiga; Setelah berhasil lulus pun, tantangan di depan mata menghadang. Bagi yang lulus bingung mau kuliah apa dan dimana, bingung apa mau kuliah atau kerja, bingung mau kemana. Sesungguhnya yang lulus UN menghadapi masalah, demikian juga yang tidak lulus. Posisi sama saja. Bagi yang mampu kuliah, lanjutkan pendidikan setinggi-tingginya sesuai bidang ilmu yang ingin diperdalam dan disukai. Sedang yang tidak kuliah, dapat mengikuti Kuliah Alternatif Online (KAO) yang saya tawarkan secara gratis 100%. Bagi yang mau bekerja, langsunglah bekerja apa saja asal halal, tidak perlu gengsi, merasa malu atau susah. Mudah mengatasi kebingungan bukan?
Keempat; bagi pelajar yang tidak dapat kuliah dengan alasan apa pun juga, teruslah belajar seumur hidup, bekerja sambil belajar dan isilah kehidupan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai waktu yang membunuh kita. Sekali lagi KAO dapat menjadi alternatif.
Kelima; inti pendidikan yang sesungguhnya ialah pembetukan kepribadian bermartabat, bermental baja, beradabtasi dengan baik terhadap kehidupan, dan menjalani hidup yang lebih baik. Setelah UN, cobalah nilai keempat hal ini dalam diri masing-masing pelajar; sudahkan memiliki kepribadian bermartabat? Sudahkah memiliki mental baja atau semangat pantang menyerah? Sudahkah beradabtasi dengan baik terhadap kehidupan? Sudahkah berupaya dengan sungguh-sungguh guna menjalani hidup yang lebih baik? Jika belum, berarti lulus UN, tapi tidak lulus dalam kehidupan. Lho! Renungkanlah!
Keenam; disamping berhasil lulus UN sebagai salah satu barometer mampu mengembangkan kecerdasan Intelegentia, para pelajar harus mampu mengembangkan kecerdasan Spritual dan Emotional mereka. Hal ini harus diperhatikan dengan seksama oleh Lembaga Pendidikan. Kecerdasan spiritual ialah menjalankan rukun Islam; shahadat, shalat, puasa, zakat dan haji dengan penuh keyakinan tanpa keraguan. Sedang kecerdasan emotional ialah memiliki semangat pantang menyerah, mampu mencari jalan keluar terhadap masalah dan mengatasinya, bersikap benar sesuai situasi dan kondisi, dan dapat mengatur perasaan sesuai kebutuhan.
Baca juga tips sukses dalam menjalani kehidupan dan tips sukses belajar di Pondok.
Bumi Allah, 07 Rabiul Awal 1431/23 Maret 2010
Jumat, 12 Maret 2010
Jangan Jadi Guru atau Murid Jika ....
Kuliah Alternatif Online (KAO) Libur sementara selama 40 hari mulai 10 April 2010!
JANGAN JADI GURU!
1. Jangan jadi guru jika tidak mampu menjadi teladan yang baik!
2. Jangan jadi guru jika tidak mau mencetak murid yang lebih hebat dari dirinya!
3. Jangan jadi guru jika pelit terhadap ilmu dan iri hati pada muridnya yang pintar!
4. Jangan jadi guru jika mengajar tanpa persiapan dan buku refrensi
5. Jangan jadi guru jika mengajar hanya ingin mendapatkan gaji saja
6. Jangan jadi guru jika hanya menginginkan kekayaan
7. Jangan jadi guru jika tidak mampu bersikap Ikhlas (memperbaiki niat karena Allah sebelum mengajar, saat mengajar dan setelah mengajar)
8. Jangan jadi guru jika tidak berusaha menjadi orang yang baik
9. Jangan jadi guru jika tidak mau belajar seumur hidup
10. Jangan jadi guru jika tidak mau belajar sambil mengajar atau mengajar sambil belajar
JANGAN JADI MURID
1. Jangan jadi murid jika hanya mengandalkan guru untuk belajar
2. Jangan jadi murid jika tidak mau dan beriniasitif untuk Belajar Otodidak (belajar sendiri di rumah)
3. Jangan jadi murid jika hanya mengharap dari Lembaga Pendidikan untuk berhasil
4. Jangan jadi murid jika tidak berusaha mencari ilmu dengan diri dan harta
5. Jangan jadi murid jika tidak mau membaca buku
6. Jangan jadi murid jika tidak menghormati gurunya
7. Jangan jadi murid jika berharap pada orang lain untuk sukses
8. Jangan jadi murid jika tidak mau belajar seumur hidup
9. Jangan jadi murid kalau hanya bersikap pasif saja
10. Jangan jadi murid kalau belajar hanya untuk dapat nilai tinggi (belajar untuk menjalani hidup yang lebih baik dan berhasil dunia akhirat)
11. Jangan jadi murid jika hanya belajar di sekolah atau universitas
JANGAN JADI GURU!
1. Jangan jadi guru jika tidak mampu menjadi teladan yang baik!
2. Jangan jadi guru jika tidak mau mencetak murid yang lebih hebat dari dirinya!
3. Jangan jadi guru jika pelit terhadap ilmu dan iri hati pada muridnya yang pintar!
4. Jangan jadi guru jika mengajar tanpa persiapan dan buku refrensi
5. Jangan jadi guru jika mengajar hanya ingin mendapatkan gaji saja
6. Jangan jadi guru jika hanya menginginkan kekayaan
7. Jangan jadi guru jika tidak mampu bersikap Ikhlas (memperbaiki niat karena Allah sebelum mengajar, saat mengajar dan setelah mengajar)
8. Jangan jadi guru jika tidak berusaha menjadi orang yang baik
9. Jangan jadi guru jika tidak mau belajar seumur hidup
10. Jangan jadi guru jika tidak mau belajar sambil mengajar atau mengajar sambil belajar
JANGAN JADI MURID
1. Jangan jadi murid jika hanya mengandalkan guru untuk belajar
2. Jangan jadi murid jika tidak mau dan beriniasitif untuk Belajar Otodidak (belajar sendiri di rumah)
3. Jangan jadi murid jika hanya mengharap dari Lembaga Pendidikan untuk berhasil
4. Jangan jadi murid jika tidak berusaha mencari ilmu dengan diri dan harta
5. Jangan jadi murid jika tidak mau membaca buku
6. Jangan jadi murid jika tidak menghormati gurunya
7. Jangan jadi murid jika berharap pada orang lain untuk sukses
8. Jangan jadi murid jika tidak mau belajar seumur hidup
9. Jangan jadi murid kalau hanya bersikap pasif saja
10. Jangan jadi murid kalau belajar hanya untuk dapat nilai tinggi (belajar untuk menjalani hidup yang lebih baik dan berhasil dunia akhirat)
11. Jangan jadi murid jika hanya belajar di sekolah atau universitas
Senin, 01 Maret 2010
Tips-Tips Sukses Untuk Anda
Kebiasaan 10 Tahun = Kesuksesan?
Dalam penglihatan sesaat, seakan-akan antara kebiasaan dan kesuksesan merupakan dua bentuk yang berbeda dan sulit dipersatukan, tapi dalam kenyataan justru antara keduanya berjalan beriringan, malah saling mendukung antara satu yang lain; kesuksesan tidak akan diraih tanpa kebiasaan melakukan sesuatu yang konsisten minimal dalam 10 tahun. Lho kok bisa?
Seorang Thomas Alva Edison membiasakan diri melakukan percobaan untuk menemukan lampu listrik setelah “kursus” kilat dengan ibunya selama 3 bulan –ibunya hanya mengajak bermain sambil belajar setelah tidak sekolah karena dianggap bodoh-. Kebiasaan yang dilakukan, berlangsung bertahun-tahuan, lalu setelah gagal dalam 9944 percobaan, dia berhasil dalam kebiasaan yang 9945, hasilnya; berhak atas 1093 hak paten, tujuh turunan kaya raya.
Seorang Ibnu Hajar Al-Haithami mondok selama 10 tahun tidak pintar-pintar, awalnya bersabar, tapi pada tahun ke 10 saat sisi manusia tidak tahan, dengan penuh rasa putus keluar dari pondok berjalan tanpa arah tujuan sampai di sebuah gua, dia istirahat. Di dalam gua, dia melihat air menetes perlahan-lahan dan ketika memindahkan pandangan ke tempat lain, ada batu berlubang akibat tetesan air. Dari sini muncul ilham “Masa manusia kalah dengan air, pasti dengan usaha yang gigih pantang menyerah akan berhasil juga.” Akhirnya beliau kembali ke pondok lagi, mulai kebiasaan baru yakni belajar lebih tekun dengan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki. Hasilnya, belajar jadi mudah, sehingga banyak ilmu yang diserap. Wajar jika beliau mampu melahirkan Ulama’ dan Ilmuan di masanya.
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat awalnya berasal dari desa yang berusaha merantau ke Jakarta saat kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif di majalah Panji Masyarakat karena semenjak remaja di Pesantren memang sudah terbiasa menulis. Kini beliau aktif sebagai Rektor di almamaternya tersebut. Pemikiran beliau merupakan sintesis antara filsafat dan sufistik, sehingga memiliki keunikan berpikir sendiri yang khas. Untuk lebih lengkap, baca di TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia). Hikmah dari beliau adalah keberhasilan masa sekarang dicapai karena kebiasaan di masa remaja dan pendidikan keagamaan yang baik dalam lingkungan keluarga.
Ibnu Taimiyah, Mujaddid Islam pada masayanya yang berpengaruh hingga sekarang melalui karya tulisnya. Beliau membiasakan diri menulis setiap hari sebanyak 10 halaman, sehingga wajar jika karya beliau dalam bentuk buku sangat banyak sekali. Coba kita kalkulasi 10X30X12=3.600 halaman setiap tahun. Hal ini dilakukan sepanjang hidup sampai meninggal dunia, tentu puluhan ribu halaman yang telah beliau hasilkan. Suatu pencapaian yang luar biasa sekali.
Apa hikmah semua itu? Jika Anda ingin sukses, mulailah rintis sebuah kebiasaan yang konsisten atau istiqomah selama 10 tahun; misal ingin menjadi pakar kompoter, pelajarilah dan praktik langsung di bidang computer selama 10 tahun, lalu berusahalah shalat Tahajjud dan Dhuha dengan mengutamakan shalat wajib 5 waktu tentunya juga selama 10 tahun, maka kesuksesan terbuka lebar bagi Anda. Buktikan hal ini, baru memberi tanggapan. Mengapa kita mesti didukung shalat? Sebab bagi umat Islam kesuksan dalam dua hal; kesuksesan di dunia dengan usaha 10 tahun di bidang computer, kesuksesan di akhirat dengan shalat 10 tahun istiqomah (tentu tidak melalaikan ibadah lain, puasa Romadhan 30 hari, zakat fitrah/harta dan haji jika mampu). Setelah 10 tahun kemana?
Mulailah merintis bidang baru atau memperkuat bidang lama yang digeluti, sedang secara spiritual (semua bentuk ibadah pada Allah), tentu meningkatkan kualitasnya. Sebagaimana derajat di dunia bertingkat-tingkat, maka di akhirat demikian pula. Jika sudah menjadi Muslim yang benar dan baik, meningkatkan diri menjadi Mukmin sejati, jika sudah lulus tingkatkan diri menjadi hamba Allah yang shaleh. Tingkatan ini mudah ditulis atau dikatakan sulit pada praktiknya. Tapi jika ada kemauan setiap orang dapat meraihnya.
Beberapa Tokoh Inspirasi
Anda Ingin Sukses? Tirulah Tokoh-Tokoh Berikut Ini!
Fauzi Sholeh hanya lulusan SMP, pernah luntang-lantung hidup susah di Jakarta. Beberapa profesi pernah ditempuh seperti penyemir sepatu dan satpam, sebelum akhirnya terjun dalam bisnis perumahan. Awalnya berbekal uang 30 juta membeli tanah dan membangun rumah di atasnya. Saat membangun rajin membaca Yasin bersama tukangnya sebagai bentuk Tawakkal pada Allah. Alhamdulillah laku sebesar 50 Juta yang diinvestasikan pada tanah dan perumahan. Hal ini terus berkembang, sehingga beliau memiliki Perumahan Pesona Depok dan Pesona Kahyangan yang jumlahnya ribuan dengan harga rumah ratusan juta rupiah. Hebatnya lagi, beliau memberikan kesejahteraan pada karyawannya sebanya 22 gaji (normalnya 12, jika ikut PNS 13 gaji), bahkan 100 Karyawan Tetap diberi mobil. Luar biasanya lagi, sedekah beliau beberapa tahun terakhir hampir mencapai 100 milyar. Semoga Allah menerima amal baik beliau! Amien! Inilah teladan bagi pengusaha Muslim di Indonesia dan Dunia. Bagi saya, beliau adalah Abdurrahman Bin Auf Modern.
Frans Kafka suka menulis cerpen, novel dan tulisan lepas di sela-sela pekerjaannya di perusahaan asuransi, kebiasaan dipertahankan sampai meninggal dunia. Sebelum meninggal berpesan pada sahabatnya Max Brod untuk membakar karya-karyanya, tapi justru Max Brod menerbitkan karyanya. Hasilnya, jusrtu dia disebut pelopor sastra Posmodern (itu lho, zaman setelah modern). Padahal seumur hidup karyanya tidak ada yang dimuat media dan diterbitkan. Tapi setelah kematian, kesuksesan diraihnya.
Hamka hanya lulusan SR, tapi berkat kegigihan belajar seumur hidup, belajar dari satu langgar ke langgar lain pada Ustads di masanya, belajar sendiri ilmu yang berasal dari Timur Tengah dan Barat, akhirnya membuat beliau mampu menulis Tafsir Al-Azhar, padahal penafsir 30 Juz baru bisa dilakukan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab. Hamka berhasil karena meneladani Nabi Muhammad SAW yakni Belajar Otodidak Seumur Hidup. Kisah lengkap ada di buku “Mau Kuliah Alternatif? BELAJAR OTODIDAK, Dong!”
Emha Ainun Jadjib selama 5 tahun “kuliah” di jalanan Marboro Jokjakarta bersama anak jalanan, pengasong dan orang terlantar. Cak Nun banyak belajar sendiri berbagai macam ilmu, sehingga rumahnya penuh dengan buku. Rumahnya dijadikan sarana berkumpul, berdiskusi dan berkaraya bagi banyak orang sekitar. Kebiasaan membaca dan belajar otodidak inilah yang membimbingnya meraih keberhasilan sebagai penyair, kolomnis, dan sastrawan tingkat Nasional dan Regional. Anak jalanan atau masyarakat marjinal dapat mengikuti jejaknya. Kisah lengkap ada di buku “Mau Kuliah Alternatif? BELAJAR OTODIDAK, Dong!”
Ibnu Hajar Al-Haithami mondok selama 10 tahun tapi merasa bodoh, awalnya bersabar, tapi pada tahun ke 10 saat sisi manusianya tidak tahan, dengan penuh rasa putus keluar dari pondok berjalan tanpa arah tujuan sampai di sebuah gua, dia istirahat. Di dalam gua, dia melihat air menetes perlahan-lahan dan ketika memindahkan pandangan ke tempat lain, ada batu berlubang akibat tetesan air. Dari sini muncul ilham “Masa manusia kalah dengan air, pasti dengan usaha yang gigih pantang menyerah akan berhasil juga.” Akhirnya beliau kembali ke pondok lagi, mulai belajar lebih tekun dengan pandangan baru yang terbuka. Hasilnya, belajar jadi mudah, sehingga banyak ilmu yang diserap. Wajar jika beliau mampu melahirkan Ulama’ dan Ilmuan di masanya.
Jika kisah hidup Anda ada kemiripan dengan salah satu tokoh di atas, tirulah langkah-langkah mereka dalam meniti tangga kesuksesan. Meniru sesuatu yang baik dari orang lain adalah sesuat yang dianjurkan, meski suri tauladan kita yang hakiki adalah Nabi Muhammad SAW. Sebab beliau merupakan manusia paripurna bagi segenap umat manusia sepanjang zaman.
Bersyukur Atas Kesuksesan Orang Lain
Suatu hari Nabi Muhammad bersiap-siap mengajar para sahabat. Tapi “pengajian atau majlis taklim” dalam bahasa orang sekarang, belum juga dimulai. Melihat kekhawatiran para sahabat, nabi berujar; “Tunggu, ahli surga sebentar lagi muncul.”
Mendengar hal itu, tentu saja para sahabat menunggu dengan rasa penasaran yang luar biasa. Muncullah Abu Bakr Shiddiq yang keimanannya melebihi seluruh penduduk langit dan bumi, tapi bukan beliau yang dimaksud. Muncullah Umar bin Khattab yang membuat umat Islam berani beribadah terang-terangan, tapi bukan beliau yang dimaksud. Muncullah Usman Bin Affan yang dermawan, tapi bukan beliau yang dimaksud. Muncullah Ali bin Abi Thalib, pasti beliau seru para sahabat sebab merupakan singa Allah yang ahli ilmu, tapi ternyata bukan. Tiada beberapa lama, muncullah seorang pemuda biasa yang kurang dikenal, tapi ternyata pemuda tersebutlah yang termasuk ahli surga. Tentu saja para sahabat bingung tidak mengerti. Nabi mengatakan bahwa pemuda tersebut sujud syukur setiap kali tetangganya mampu membeli sesuatu atau merasakan kebahagiaan.
(Maaf cerita ini saya peroleh dari seorang penceramah di Depok, jadi belum tahu haditsnya, jika ada pembaca yang mengetahui atau mempelajari hadits tersebut, mohon saling berbagi ilmu demi kebenaran)
Walau mendengar cerita tersebut sekitar setahun lalu lebih, tapi saya tidak pernah melupakannya. Entah mengapa, saya tercenung lama mendengar kisah penuh hikmah tersebut. Saya benar-benar merasa tersentuh bukan sekadar karena pemuda tersebut yang disebut ahli surga, bukannya para sahabat Nabi terkemuka yang disebut di atas, tapi lebih itu ialah kebesaran hati pemuda sesuatu yang perlu kita teladani.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan antara satu tetangga dengan tetangga lainnya berlangsung kurang harmonis karena sifat iri dan dengki yang ada pada setiap orang. Jika tetangga mampu membeli mobil, maka tetangga sebelah merasa iri dan bergosip macam-macam tentang tetangganya. Malah suatu waktu memaksakan diri untuk membeli mobil walau secara financial tidak mampu. Hasilnya, sebuah kehidupan yang tidak nyaman dan tentram tentunya. Sedang pemuda ahli surga justru merasa bahagia, malah bersujud syukur ketika tetangganya bahagia.
Hubungan antar teman yang akrab terkadang rusak karena sifat iri atas kemampuan temannya yang secara financial, emosional atau intelektual, sehingga persahabatan bisa menjadi musuh abadi. Sedang pemuda di atas justru berharap sahabatnya untuk lebih berhasil dari dirinya dengan bersujud syukur jika mendapatkan sesuatu atau meraih prestasi.
Hubungan antar saudara terkadang terjadi saling iri atau dengki, sehingga ada hasrat menjatuhkan atau minimal tidak mau membantu saudaranya karena takut lebih hebat dari dirinya. Sedang sang pemuda justru bersujud syukur kalau saudaranya berhasil, malah bersedia membantu dengan ilmu, harta dan doa untuk mendukungnya.
Hubungan antara ustads dengan ustads lain yang ahli ceramah, antara satu tokoh masyarakat dengan tokoh masyarakat lain, dan antara satu Kiai dengan Kiai lain, terkadang rusak jika salah satu pihak memiliki jamaah lebih banyak, punya hubungan yang dekat dengan kekuasaan atau lebih terkenal. Sedang pemuda ahli surga justru membantu dengan ilmu yang dimiliki agar Ustad, tokoh masyarakat dan Kiai lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hubungan antar teman sekantor, berusaha mencari muka pada bos dan terkadang saling menjatuhkan. Sedang sang pemuda malah berharap temannya lebih cepat dipromosikan dan naik jabatan supaya mampu menghidupi keluarganya, sedang sang pemuda masih bujangan.
Hubungan antar pegawai negeri terkadang rusak karena berharap lebih cepat naik jabatan, jika ada yang dipromosikan, kasak kusuk beredar dengan cepat dan fitnah pun menyebar. Sedang pemuda ahli surga justru memberikan dukungan moril agar orang lain sukses, malah ditambah bersujud pada Allah karena memperoleh karunia Allah.
Inilah daftrar alasan kenapa pemuda tersebut menjadi ahli surga. Jika Anda ingin menjadi ahli surga, maka tirulah daftar sikap hidup di atas dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah Anda mendapatkan keistimewaan yang sama dari Allah. Mudah saat membacanya, tapi Anda akan berhadapan dengan “musuh” dari dalam diri sendiri saat berusaha melaksanakannya. Taklukkan “musuh” dalam diri Anda, surga merindukan kehadiran Anda. Hikmah yang dapat dipetik dari hal di atas ialah;
Lawan sifat iri dan dengki yang ada dalam diri kita masing-masing, malah harus dihancurkan berkeping-keping tanpa sisa.
Berbahagialah saat orang lain bahagia dan tersenyumlah saat orang lain tersenyum
Bersujud syukur setiap mendengar sahabat, teman, saudara, kerabat, tetangga, dan orang lain memperoleh sesuatu yang menyenangkan atau meraih kesuksesan.
Berbesar hati untuk membantu orang lain walau diri sendiri lebih membutuhkan
Sebarkan kebaikan di muka bumi dengan menyenangi kelebihan orang lain dan menutupi kekurangannya
Marilah kita berlomba-lomba menjadi ahli surga dengan meneladani pemuda di atas. Ini merupakan sebuah dorongan motivasi bagi generasi muda agar melakukan sesuatu yang bermanfaat pada orang lain dengan langkah sederhana dan biasa saja, namun bernilai luar biasa. Semoga kita semua mampu mengamalkan hal ini! Amien!
1000 Kegagalan 1000 Kesuksesan
Selama ini banyak di antara kita yang senantiasa mengalami kegagalan demi kegagalan, baik karena faktor diri sendiri, maupun dari luar. Tahukah Anda semakin banyak Anda gagal, maka kesuksesan akan Anda raih semakin besar asal tidak mengenal kata menyerah. Buktinya?
Ibnu Hajar belajar 10 tahun, berarti ribuan kali gagal belajar, tapi tetap merasa bodoh, padahal teman-temannya banyak lulus dan berhasil. Justru karena tidak menyerah dan mampu mengambil ilham dari air yang menembus batu, hasilnya beliau menjadi Ulama’ terkemuka di zamannya dan banyak menghasilkan Ulama’ lainnya. Thomas Alva Edison gagal dalam 9944 percobaan, ketika berhasil pada percobaan yang ke 9945, maka kesuksesan besar diraih; dunia menyala terang berkat jasanya, 1033 hak paten berkaitan dengan bidang tersebut dimilikinya, dia kaya untuk diri sendiri, sekaligus anak keturunannya kaya raya.
Saya pribadi mengalami ribuan kali kegagalan dalam hidup ini, tapi Alhamdulillah justru mengalami perkembangan yang hebat dalam kehidupan spiritual dan hasil karya tulis. 3 buku terbit karena kegagalan; “Berniaga Dengan Iman,” “Mau Kuliah Alternatif? Belajar Otodidak, Dong!”, dan novel Bidadari Posmodern. Sudah selesai ditulis buku Pelatihan Learning For Living (LFL) 3 Langkah Sederhana Menuju Kesuksesan Dunia dan Akhirat. Alhamdulillah, blog saya ini semakin padat isinya karena selama bulan Ramadhan, Allah memberi ide dan ilham yang banyak untuk ditulis. Belum lagi karya tulis lain yang telah saya tulis. Untuk hal spiritual, biarlah Allah yang tahu karena bukan buat konsumsi publik.
Hal inilah yang membimbing saya guna menulis Rumus Kegagalan; 1000 Anda Gagal, maka 1000 kesuksesan menanti Anda. Dasarnya dalam Al-Qur’an “Sesunguhnya setelah kesulitan ada kemudahan” diulang kembali pada ayat selanjutnya; “Maka sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan,” tidak mungkin Allah mengulang dua kali jika tidak karena ingin meyakinkan hamba-hambaNya bahwa di balik kesulitan yang dihadapi, ada kemudahan, dan dibalik kegagalan ada kesuksesan, asal tentu saja terus berusaha mengerahkan segenap potensi yang dimiliki dengan tidak mengenal kata “PUTUS ASA”.
Cobalah Anda hitung berapa kali Anda gagal dalam mencapai sesuatu seumur hidup, lalu hitung juga berapa kenikmatan, kebahagiaan, dan keindahan yang Anda peroleh? Insya Allah Anda mulai menyadari rumus baru ini.
Bagimana dengan orang yang hidup miskin, terlantar dan teraniaya! Coba selidiki mendalam, mereka masih bernafas, masih dapat merasakan nikmatnya makan, masih dalam keadaan Muslim dan Mukmin. Bukankah cobaan berupa kemiskinan, penganiaayaan dan tersingkirkan sudah mendapatkan Tiket Gratis ke surga asal Muslim atau Mukmin? Kebahagiaan akhirat tiada bandingan dengan kebahagiaan di dunia ini.
Dalam penglihatan sesaat, seakan-akan antara kebiasaan dan kesuksesan merupakan dua bentuk yang berbeda dan sulit dipersatukan, tapi dalam kenyataan justru antara keduanya berjalan beriringan, malah saling mendukung antara satu yang lain; kesuksesan tidak akan diraih tanpa kebiasaan melakukan sesuatu yang konsisten minimal dalam 10 tahun. Lho kok bisa?
Seorang Thomas Alva Edison membiasakan diri melakukan percobaan untuk menemukan lampu listrik setelah “kursus” kilat dengan ibunya selama 3 bulan –ibunya hanya mengajak bermain sambil belajar setelah tidak sekolah karena dianggap bodoh-. Kebiasaan yang dilakukan, berlangsung bertahun-tahuan, lalu setelah gagal dalam 9944 percobaan, dia berhasil dalam kebiasaan yang 9945, hasilnya; berhak atas 1093 hak paten, tujuh turunan kaya raya.
Seorang Ibnu Hajar Al-Haithami mondok selama 10 tahun tidak pintar-pintar, awalnya bersabar, tapi pada tahun ke 10 saat sisi manusia tidak tahan, dengan penuh rasa putus keluar dari pondok berjalan tanpa arah tujuan sampai di sebuah gua, dia istirahat. Di dalam gua, dia melihat air menetes perlahan-lahan dan ketika memindahkan pandangan ke tempat lain, ada batu berlubang akibat tetesan air. Dari sini muncul ilham “Masa manusia kalah dengan air, pasti dengan usaha yang gigih pantang menyerah akan berhasil juga.” Akhirnya beliau kembali ke pondok lagi, mulai kebiasaan baru yakni belajar lebih tekun dengan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki. Hasilnya, belajar jadi mudah, sehingga banyak ilmu yang diserap. Wajar jika beliau mampu melahirkan Ulama’ dan Ilmuan di masanya.
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat awalnya berasal dari desa yang berusaha merantau ke Jakarta saat kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif di majalah Panji Masyarakat karena semenjak remaja di Pesantren memang sudah terbiasa menulis. Kini beliau aktif sebagai Rektor di almamaternya tersebut. Pemikiran beliau merupakan sintesis antara filsafat dan sufistik, sehingga memiliki keunikan berpikir sendiri yang khas. Untuk lebih lengkap, baca di TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia). Hikmah dari beliau adalah keberhasilan masa sekarang dicapai karena kebiasaan di masa remaja dan pendidikan keagamaan yang baik dalam lingkungan keluarga.
Ibnu Taimiyah, Mujaddid Islam pada masayanya yang berpengaruh hingga sekarang melalui karya tulisnya. Beliau membiasakan diri menulis setiap hari sebanyak 10 halaman, sehingga wajar jika karya beliau dalam bentuk buku sangat banyak sekali. Coba kita kalkulasi 10X30X12=3.600 halaman setiap tahun. Hal ini dilakukan sepanjang hidup sampai meninggal dunia, tentu puluhan ribu halaman yang telah beliau hasilkan. Suatu pencapaian yang luar biasa sekali.
Apa hikmah semua itu? Jika Anda ingin sukses, mulailah rintis sebuah kebiasaan yang konsisten atau istiqomah selama 10 tahun; misal ingin menjadi pakar kompoter, pelajarilah dan praktik langsung di bidang computer selama 10 tahun, lalu berusahalah shalat Tahajjud dan Dhuha dengan mengutamakan shalat wajib 5 waktu tentunya juga selama 10 tahun, maka kesuksesan terbuka lebar bagi Anda. Buktikan hal ini, baru memberi tanggapan. Mengapa kita mesti didukung shalat? Sebab bagi umat Islam kesuksan dalam dua hal; kesuksesan di dunia dengan usaha 10 tahun di bidang computer, kesuksesan di akhirat dengan shalat 10 tahun istiqomah (tentu tidak melalaikan ibadah lain, puasa Romadhan 30 hari, zakat fitrah/harta dan haji jika mampu). Setelah 10 tahun kemana?
Mulailah merintis bidang baru atau memperkuat bidang lama yang digeluti, sedang secara spiritual (semua bentuk ibadah pada Allah), tentu meningkatkan kualitasnya. Sebagaimana derajat di dunia bertingkat-tingkat, maka di akhirat demikian pula. Jika sudah menjadi Muslim yang benar dan baik, meningkatkan diri menjadi Mukmin sejati, jika sudah lulus tingkatkan diri menjadi hamba Allah yang shaleh. Tingkatan ini mudah ditulis atau dikatakan sulit pada praktiknya. Tapi jika ada kemauan setiap orang dapat meraihnya.
Beberapa Tokoh Inspirasi
Anda Ingin Sukses? Tirulah Tokoh-Tokoh Berikut Ini!
Fauzi Sholeh hanya lulusan SMP, pernah luntang-lantung hidup susah di Jakarta. Beberapa profesi pernah ditempuh seperti penyemir sepatu dan satpam, sebelum akhirnya terjun dalam bisnis perumahan. Awalnya berbekal uang 30 juta membeli tanah dan membangun rumah di atasnya. Saat membangun rajin membaca Yasin bersama tukangnya sebagai bentuk Tawakkal pada Allah. Alhamdulillah laku sebesar 50 Juta yang diinvestasikan pada tanah dan perumahan. Hal ini terus berkembang, sehingga beliau memiliki Perumahan Pesona Depok dan Pesona Kahyangan yang jumlahnya ribuan dengan harga rumah ratusan juta rupiah. Hebatnya lagi, beliau memberikan kesejahteraan pada karyawannya sebanya 22 gaji (normalnya 12, jika ikut PNS 13 gaji), bahkan 100 Karyawan Tetap diberi mobil. Luar biasanya lagi, sedekah beliau beberapa tahun terakhir hampir mencapai 100 milyar. Semoga Allah menerima amal baik beliau! Amien! Inilah teladan bagi pengusaha Muslim di Indonesia dan Dunia. Bagi saya, beliau adalah Abdurrahman Bin Auf Modern.
Frans Kafka suka menulis cerpen, novel dan tulisan lepas di sela-sela pekerjaannya di perusahaan asuransi, kebiasaan dipertahankan sampai meninggal dunia. Sebelum meninggal berpesan pada sahabatnya Max Brod untuk membakar karya-karyanya, tapi justru Max Brod menerbitkan karyanya. Hasilnya, jusrtu dia disebut pelopor sastra Posmodern (itu lho, zaman setelah modern). Padahal seumur hidup karyanya tidak ada yang dimuat media dan diterbitkan. Tapi setelah kematian, kesuksesan diraihnya.
Hamka hanya lulusan SR, tapi berkat kegigihan belajar seumur hidup, belajar dari satu langgar ke langgar lain pada Ustads di masanya, belajar sendiri ilmu yang berasal dari Timur Tengah dan Barat, akhirnya membuat beliau mampu menulis Tafsir Al-Azhar, padahal penafsir 30 Juz baru bisa dilakukan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab. Hamka berhasil karena meneladani Nabi Muhammad SAW yakni Belajar Otodidak Seumur Hidup. Kisah lengkap ada di buku “Mau Kuliah Alternatif? BELAJAR OTODIDAK, Dong!”
Emha Ainun Jadjib selama 5 tahun “kuliah” di jalanan Marboro Jokjakarta bersama anak jalanan, pengasong dan orang terlantar. Cak Nun banyak belajar sendiri berbagai macam ilmu, sehingga rumahnya penuh dengan buku. Rumahnya dijadikan sarana berkumpul, berdiskusi dan berkaraya bagi banyak orang sekitar. Kebiasaan membaca dan belajar otodidak inilah yang membimbingnya meraih keberhasilan sebagai penyair, kolomnis, dan sastrawan tingkat Nasional dan Regional. Anak jalanan atau masyarakat marjinal dapat mengikuti jejaknya. Kisah lengkap ada di buku “Mau Kuliah Alternatif? BELAJAR OTODIDAK, Dong!”
Ibnu Hajar Al-Haithami mondok selama 10 tahun tapi merasa bodoh, awalnya bersabar, tapi pada tahun ke 10 saat sisi manusianya tidak tahan, dengan penuh rasa putus keluar dari pondok berjalan tanpa arah tujuan sampai di sebuah gua, dia istirahat. Di dalam gua, dia melihat air menetes perlahan-lahan dan ketika memindahkan pandangan ke tempat lain, ada batu berlubang akibat tetesan air. Dari sini muncul ilham “Masa manusia kalah dengan air, pasti dengan usaha yang gigih pantang menyerah akan berhasil juga.” Akhirnya beliau kembali ke pondok lagi, mulai belajar lebih tekun dengan pandangan baru yang terbuka. Hasilnya, belajar jadi mudah, sehingga banyak ilmu yang diserap. Wajar jika beliau mampu melahirkan Ulama’ dan Ilmuan di masanya.
Jika kisah hidup Anda ada kemiripan dengan salah satu tokoh di atas, tirulah langkah-langkah mereka dalam meniti tangga kesuksesan. Meniru sesuatu yang baik dari orang lain adalah sesuat yang dianjurkan, meski suri tauladan kita yang hakiki adalah Nabi Muhammad SAW. Sebab beliau merupakan manusia paripurna bagi segenap umat manusia sepanjang zaman.
Bersyukur Atas Kesuksesan Orang Lain
Suatu hari Nabi Muhammad bersiap-siap mengajar para sahabat. Tapi “pengajian atau majlis taklim” dalam bahasa orang sekarang, belum juga dimulai. Melihat kekhawatiran para sahabat, nabi berujar; “Tunggu, ahli surga sebentar lagi muncul.”
Mendengar hal itu, tentu saja para sahabat menunggu dengan rasa penasaran yang luar biasa. Muncullah Abu Bakr Shiddiq yang keimanannya melebihi seluruh penduduk langit dan bumi, tapi bukan beliau yang dimaksud. Muncullah Umar bin Khattab yang membuat umat Islam berani beribadah terang-terangan, tapi bukan beliau yang dimaksud. Muncullah Usman Bin Affan yang dermawan, tapi bukan beliau yang dimaksud. Muncullah Ali bin Abi Thalib, pasti beliau seru para sahabat sebab merupakan singa Allah yang ahli ilmu, tapi ternyata bukan. Tiada beberapa lama, muncullah seorang pemuda biasa yang kurang dikenal, tapi ternyata pemuda tersebutlah yang termasuk ahli surga. Tentu saja para sahabat bingung tidak mengerti. Nabi mengatakan bahwa pemuda tersebut sujud syukur setiap kali tetangganya mampu membeli sesuatu atau merasakan kebahagiaan.
(Maaf cerita ini saya peroleh dari seorang penceramah di Depok, jadi belum tahu haditsnya, jika ada pembaca yang mengetahui atau mempelajari hadits tersebut, mohon saling berbagi ilmu demi kebenaran)
Walau mendengar cerita tersebut sekitar setahun lalu lebih, tapi saya tidak pernah melupakannya. Entah mengapa, saya tercenung lama mendengar kisah penuh hikmah tersebut. Saya benar-benar merasa tersentuh bukan sekadar karena pemuda tersebut yang disebut ahli surga, bukannya para sahabat Nabi terkemuka yang disebut di atas, tapi lebih itu ialah kebesaran hati pemuda sesuatu yang perlu kita teladani.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan antara satu tetangga dengan tetangga lainnya berlangsung kurang harmonis karena sifat iri dan dengki yang ada pada setiap orang. Jika tetangga mampu membeli mobil, maka tetangga sebelah merasa iri dan bergosip macam-macam tentang tetangganya. Malah suatu waktu memaksakan diri untuk membeli mobil walau secara financial tidak mampu. Hasilnya, sebuah kehidupan yang tidak nyaman dan tentram tentunya. Sedang pemuda ahli surga justru merasa bahagia, malah bersujud syukur ketika tetangganya bahagia.
Hubungan antar teman yang akrab terkadang rusak karena sifat iri atas kemampuan temannya yang secara financial, emosional atau intelektual, sehingga persahabatan bisa menjadi musuh abadi. Sedang pemuda di atas justru berharap sahabatnya untuk lebih berhasil dari dirinya dengan bersujud syukur jika mendapatkan sesuatu atau meraih prestasi.
Hubungan antar saudara terkadang terjadi saling iri atau dengki, sehingga ada hasrat menjatuhkan atau minimal tidak mau membantu saudaranya karena takut lebih hebat dari dirinya. Sedang sang pemuda justru bersujud syukur kalau saudaranya berhasil, malah bersedia membantu dengan ilmu, harta dan doa untuk mendukungnya.
Hubungan antara ustads dengan ustads lain yang ahli ceramah, antara satu tokoh masyarakat dengan tokoh masyarakat lain, dan antara satu Kiai dengan Kiai lain, terkadang rusak jika salah satu pihak memiliki jamaah lebih banyak, punya hubungan yang dekat dengan kekuasaan atau lebih terkenal. Sedang pemuda ahli surga justru membantu dengan ilmu yang dimiliki agar Ustad, tokoh masyarakat dan Kiai lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hubungan antar teman sekantor, berusaha mencari muka pada bos dan terkadang saling menjatuhkan. Sedang sang pemuda malah berharap temannya lebih cepat dipromosikan dan naik jabatan supaya mampu menghidupi keluarganya, sedang sang pemuda masih bujangan.
Hubungan antar pegawai negeri terkadang rusak karena berharap lebih cepat naik jabatan, jika ada yang dipromosikan, kasak kusuk beredar dengan cepat dan fitnah pun menyebar. Sedang pemuda ahli surga justru memberikan dukungan moril agar orang lain sukses, malah ditambah bersujud pada Allah karena memperoleh karunia Allah.
Inilah daftrar alasan kenapa pemuda tersebut menjadi ahli surga. Jika Anda ingin menjadi ahli surga, maka tirulah daftar sikap hidup di atas dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah Anda mendapatkan keistimewaan yang sama dari Allah. Mudah saat membacanya, tapi Anda akan berhadapan dengan “musuh” dari dalam diri sendiri saat berusaha melaksanakannya. Taklukkan “musuh” dalam diri Anda, surga merindukan kehadiran Anda. Hikmah yang dapat dipetik dari hal di atas ialah;
Lawan sifat iri dan dengki yang ada dalam diri kita masing-masing, malah harus dihancurkan berkeping-keping tanpa sisa.
Berbahagialah saat orang lain bahagia dan tersenyumlah saat orang lain tersenyum
Bersujud syukur setiap mendengar sahabat, teman, saudara, kerabat, tetangga, dan orang lain memperoleh sesuatu yang menyenangkan atau meraih kesuksesan.
Berbesar hati untuk membantu orang lain walau diri sendiri lebih membutuhkan
Sebarkan kebaikan di muka bumi dengan menyenangi kelebihan orang lain dan menutupi kekurangannya
Marilah kita berlomba-lomba menjadi ahli surga dengan meneladani pemuda di atas. Ini merupakan sebuah dorongan motivasi bagi generasi muda agar melakukan sesuatu yang bermanfaat pada orang lain dengan langkah sederhana dan biasa saja, namun bernilai luar biasa. Semoga kita semua mampu mengamalkan hal ini! Amien!
1000 Kegagalan 1000 Kesuksesan
Selama ini banyak di antara kita yang senantiasa mengalami kegagalan demi kegagalan, baik karena faktor diri sendiri, maupun dari luar. Tahukah Anda semakin banyak Anda gagal, maka kesuksesan akan Anda raih semakin besar asal tidak mengenal kata menyerah. Buktinya?
Ibnu Hajar belajar 10 tahun, berarti ribuan kali gagal belajar, tapi tetap merasa bodoh, padahal teman-temannya banyak lulus dan berhasil. Justru karena tidak menyerah dan mampu mengambil ilham dari air yang menembus batu, hasilnya beliau menjadi Ulama’ terkemuka di zamannya dan banyak menghasilkan Ulama’ lainnya. Thomas Alva Edison gagal dalam 9944 percobaan, ketika berhasil pada percobaan yang ke 9945, maka kesuksesan besar diraih; dunia menyala terang berkat jasanya, 1033 hak paten berkaitan dengan bidang tersebut dimilikinya, dia kaya untuk diri sendiri, sekaligus anak keturunannya kaya raya.
Saya pribadi mengalami ribuan kali kegagalan dalam hidup ini, tapi Alhamdulillah justru mengalami perkembangan yang hebat dalam kehidupan spiritual dan hasil karya tulis. 3 buku terbit karena kegagalan; “Berniaga Dengan Iman,” “Mau Kuliah Alternatif? Belajar Otodidak, Dong!”, dan novel Bidadari Posmodern. Sudah selesai ditulis buku Pelatihan Learning For Living (LFL) 3 Langkah Sederhana Menuju Kesuksesan Dunia dan Akhirat. Alhamdulillah, blog saya ini semakin padat isinya karena selama bulan Ramadhan, Allah memberi ide dan ilham yang banyak untuk ditulis. Belum lagi karya tulis lain yang telah saya tulis. Untuk hal spiritual, biarlah Allah yang tahu karena bukan buat konsumsi publik.
Hal inilah yang membimbing saya guna menulis Rumus Kegagalan; 1000 Anda Gagal, maka 1000 kesuksesan menanti Anda. Dasarnya dalam Al-Qur’an “Sesunguhnya setelah kesulitan ada kemudahan” diulang kembali pada ayat selanjutnya; “Maka sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan,” tidak mungkin Allah mengulang dua kali jika tidak karena ingin meyakinkan hamba-hambaNya bahwa di balik kesulitan yang dihadapi, ada kemudahan, dan dibalik kegagalan ada kesuksesan, asal tentu saja terus berusaha mengerahkan segenap potensi yang dimiliki dengan tidak mengenal kata “PUTUS ASA”.
Cobalah Anda hitung berapa kali Anda gagal dalam mencapai sesuatu seumur hidup, lalu hitung juga berapa kenikmatan, kebahagiaan, dan keindahan yang Anda peroleh? Insya Allah Anda mulai menyadari rumus baru ini.
Bagimana dengan orang yang hidup miskin, terlantar dan teraniaya! Coba selidiki mendalam, mereka masih bernafas, masih dapat merasakan nikmatnya makan, masih dalam keadaan Muslim dan Mukmin. Bukankah cobaan berupa kemiskinan, penganiaayaan dan tersingkirkan sudah mendapatkan Tiket Gratis ke surga asal Muslim atau Mukmin? Kebahagiaan akhirat tiada bandingan dengan kebahagiaan di dunia ini.
Rabu, 10 Februari 2010
Tips Sukses Belajar di Pondok Pesantren
Inilah 7 Value in living (BPKM SB2) yang harus menyatu dalam diri seseorang untuk sukses!
1. Belajar Otodidak Seumur Hidup
2. Proses dan Hasil; proses berlangsung tahunan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh , hasil ditunjukkan dengan nilai tinggi, penguasaan ilmu yang terbukti, dan jelas di depan mata
3. Kerja Sama; bekerja sama saling menguntungkan dengan siapa saja
4. Mandiri; bekerja apa saja asal halal
5. Semangat Pantang Menyerah; Thomas Alfa Edisan gagal 9944 kali, tapi tidak ada kata menyerah, begitu berhasil di langkah 9945, dia memiliki 1033 hak paten; 7 turunan kaya, sayang bukan Muslim, sehingga tempatnya Neraka. Jika kamu hanya gagal 100 kali, teruslah berusaha, apalagi cumin gagal satu, dua dan tiga kali.
6. Beriman Penuh Keyakinan; bahasa lain Kecerdasan Spritual. Orang barat ramai-ramai mengembangkan Kecerdasan Spritual guna menjalani hidup dalam abad ketidakpastian ini. Maka, umat Islam seharusnya memupuk iman mereka sedikit-demi sedikit menuju kesempurnaan iman; inilah hakikan Kecerdasan Srpitual.
7. Bahagia Dunia dan Akhirat; jika hanya sukses di dunia, tapi di akhirat justru disiksa/tidak bahagia, apalah gunanya. Makanya dalam merintis jalan kesuksesan; memulai dengan cara yang baik, berusaha dengan baik, menjalani proses dengan baik, dan berhasil dengan baik pula. Wujudkan “Rabbanaa aatina fid dun ya hasanah wafil aakhiroti khasanah Faqina adzaaban naar!” dalam kenyataan = Usaha dan tawakkal.
I. Tips Sukses dalam belajar di Pesantren
1. Cara Belajar di kelas;
a. Perhatikan apa yang disampaikan guru dengan seksama
b. Mencatat hal-hal atau poin-poin penting yang disampaikan guru
c. Kalau merasa bosan belajar di kelas, maka belajarlah sambil menggerakkan tangan, kaki atau fulpen
d. Saat pergantian guru, gerakkan badan sejenak dan duduk kembali dengan tenang
e. Kalau dimarahi guru, terima dengan lapang dada dan berusaha memperbaiki kesalahan. Jika dimarahi, padahal tidak berbuat salah atau menerima akibat kesalahan orang lain, terimalah dengan sabar. Ini salah satu bentuk Tarbiyah (Ujian) Allah untuk mengangkat derajat seseorang suatu waktu kelak.
f. Bertanya pada guru saat kesulitan memahami suatu pelajaran
g. Saling belajar dengan teman saat tidak ada guru; satu membaca dan satunya mendengarkan.
2. Membaca 10 menit setelah pulang sekolah dan kegiatan pagi di Pesantren;
a. Membaca cepat
b. Mengingat yang penting saja
c. Terus menerus
3. Meruntuhkan Tembok Mental Untuk Belajar; Saya ini bodoh, Belajar itu sulit, dan Belajar itu tidak menyenangkan jadi harus dijauhi.
4. Membangun Mental Baru; Saya meyakini sebagai orang yang cerdas dan pintar, Belalar itu mudah asal mengetahui caranya, dan Belajar itu menyenangkan jika mampu mensiasatinya.
5. Menyediakan waktu 2 jam setiap hari untuk belajar sendiri;
a. Membaca buku, keadaan, lingkungan dan kehidupan sehari-hari
b. Menulis apa yang ada di benak
c. Mempraktikkan apa yang diketahui
d. Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar atau tidak betah di pondok
6. Menyenangi semua hal yang dipelajari
7. Mematuhi semua peraturan pondok secara sukarela
8. Menghapal 3 kosa kata baru dalam bahasa Arab setiap hari
9. Pada tahun kedua, menghapal 3 kosa kata baru bahasa Inggris setiap hari
10. Menyukai semua pengajar agar dapat barokahnya
11. Membuat suasana dan tempat belajar yang baik dan menyenangkan
12. Melakukan Ibadah secara tulus karena Allah; shalat 5 waktu berjamaah, mengaji Al-Qur’an (khususnya surat Waqi’ah 3X tiap hari), Shalat Tahajjud, Dhuha dan Hajat, dzikir pagi petang, dan berdoa. Buah dari semua ini ialah kesuksesan saat dewasa kelak.
13. Olah raga secara teratur sesuai fasilitas olah raga yang ada di Pondok, anggap sebagai refreshing yang menyehatkan.
14. Jika tidak betah di Pondok, maka harus melakukan;
a. Konsultasi pada Kiai/Guru
b. Meminum air dari kran di pondok secara langsung sambil berdoa pada Allah supaya diberi hidayah dan anugerah untuk betah di pondok.
c. Mengadu pada Allah saat shalat Tahajjud malam hari
d. Timbulkan motivasi bahwa dengan menyelesaikan pendidikan pesantren, maka Masa Depan Cerah dan Cemerlang pasti datang.
II. Tips Mencapai Cita-Cita
1. Menulis cita-cita yang ingin diraih;
a. Cita-cita terbesar dalam hidup; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
b. Cita-cita middle/sedang; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
c. Cita-cita biasa; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
2. Meniti Tangga Sekolah sampai berhasil melalui; Akademis dan Belajar Otodidak;
a. Belajar di pesantren; dari SMP Islam/MTs, SMA Islam/MA sampai selesai, dan berusaha melanjutkan guna meraih gelar S1, S2 dan S3.
b. Mengasah kemampuan belajar sendiri (tanpa bimbingan siapa pun) supaya dapat melakukannya setelah tidak mondok lagi, sehingga prinsip belajar seumur hidup dapat dijalani
3. Melakukan hal-hal kecil yang bernilai besar;
a) Melaksanakan tips belajar sederhana di atas secara konsisten
b) Menjalankan ibadah spiritual; shalat 5 waktu, ditambah Hajat, Tahajjud, Dhuha (walau hanya 2 raka’at, tapi istiqamah) dan mengaji Waqi’ah 3X setiap hari. Inilah bentuk tawakkal, sedang langkah-langkah di atas sebagai Usaha. Usaha dan tawakkal = Jaminan kesuksesan; “Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah” artinya “Jika kamu membulatkan tekad (akumulasi usaha), bertawakkallah pada Allah.”
c) Membantu orang lain sesuai kemampuan atau bersedekah; Sedekah terbukti melariskan perdagangan dalam bisnis dan membantu kesuksesan dalam hidup.
4. Bekerja apa saja asal halal tanpa memilah-milih pekerjaan
5. Menjalani hidup sederhana dan apa adanya; teman saya Dr. Agus Wedi Malang berasal dari keluarga miskin, tapi karena hidup apa adanya; kos-kosan sempit, makan sederhana, berpakaian sederhana, dan menjalani hidup dengan keteguhan hati meski pernah menjadi Kernet angkot untuk menyambung hidup. Ibadah spritualnya (tawakkal) sangat bagus beriringan dengan kebulatan tekad. Hasilnya; Wisuda Dr. tinggal di depan mata.
6. Memiliki tabungan walau sedikit demi sedikit.
III. Tips Mengatasi Masalah 5 M
1. Mencari konpensasi positif (pelarian yang baik); berlari, mandi berlama-lama, olah raga dan main Games
2. Melihat masalah dengan cerdas; banyak yang lebih sengsara dari Anda, tapi Anda tetap mampu menjalani kehidupan, contoh; korban Tsunami Aceh.
3. Menghadapi masalah dengan kreatif; menulis dalam puisi, cerpen, novel dan buku
4. Mengadukan masalah pada Allah lewat shalat Tahajjud dan dzikir
5. Menyelesaikan masalah dengan; mempersempit masalah, menemukan jalan keluar terbaik dan menjalankannya dengan semua resiko.
Ahmad Zamhari Hasan
Bumi Allah, Sabtu; 21 Shafar 1431 H./06 Februari 2010
1. Belajar Otodidak Seumur Hidup
2. Proses dan Hasil; proses berlangsung tahunan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh , hasil ditunjukkan dengan nilai tinggi, penguasaan ilmu yang terbukti, dan jelas di depan mata
3. Kerja Sama; bekerja sama saling menguntungkan dengan siapa saja
4. Mandiri; bekerja apa saja asal halal
5. Semangat Pantang Menyerah; Thomas Alfa Edisan gagal 9944 kali, tapi tidak ada kata menyerah, begitu berhasil di langkah 9945, dia memiliki 1033 hak paten; 7 turunan kaya, sayang bukan Muslim, sehingga tempatnya Neraka. Jika kamu hanya gagal 100 kali, teruslah berusaha, apalagi cumin gagal satu, dua dan tiga kali.
6. Beriman Penuh Keyakinan; bahasa lain Kecerdasan Spritual. Orang barat ramai-ramai mengembangkan Kecerdasan Spritual guna menjalani hidup dalam abad ketidakpastian ini. Maka, umat Islam seharusnya memupuk iman mereka sedikit-demi sedikit menuju kesempurnaan iman; inilah hakikan Kecerdasan Srpitual.
7. Bahagia Dunia dan Akhirat; jika hanya sukses di dunia, tapi di akhirat justru disiksa/tidak bahagia, apalah gunanya. Makanya dalam merintis jalan kesuksesan; memulai dengan cara yang baik, berusaha dengan baik, menjalani proses dengan baik, dan berhasil dengan baik pula. Wujudkan “Rabbanaa aatina fid dun ya hasanah wafil aakhiroti khasanah Faqina adzaaban naar!” dalam kenyataan = Usaha dan tawakkal.
I. Tips Sukses dalam belajar di Pesantren
1. Cara Belajar di kelas;
a. Perhatikan apa yang disampaikan guru dengan seksama
b. Mencatat hal-hal atau poin-poin penting yang disampaikan guru
c. Kalau merasa bosan belajar di kelas, maka belajarlah sambil menggerakkan tangan, kaki atau fulpen
d. Saat pergantian guru, gerakkan badan sejenak dan duduk kembali dengan tenang
e. Kalau dimarahi guru, terima dengan lapang dada dan berusaha memperbaiki kesalahan. Jika dimarahi, padahal tidak berbuat salah atau menerima akibat kesalahan orang lain, terimalah dengan sabar. Ini salah satu bentuk Tarbiyah (Ujian) Allah untuk mengangkat derajat seseorang suatu waktu kelak.
f. Bertanya pada guru saat kesulitan memahami suatu pelajaran
g. Saling belajar dengan teman saat tidak ada guru; satu membaca dan satunya mendengarkan.
2. Membaca 10 menit setelah pulang sekolah dan kegiatan pagi di Pesantren;
a. Membaca cepat
b. Mengingat yang penting saja
c. Terus menerus
3. Meruntuhkan Tembok Mental Untuk Belajar; Saya ini bodoh, Belajar itu sulit, dan Belajar itu tidak menyenangkan jadi harus dijauhi.
4. Membangun Mental Baru; Saya meyakini sebagai orang yang cerdas dan pintar, Belalar itu mudah asal mengetahui caranya, dan Belajar itu menyenangkan jika mampu mensiasatinya.
5. Menyediakan waktu 2 jam setiap hari untuk belajar sendiri;
a. Membaca buku, keadaan, lingkungan dan kehidupan sehari-hari
b. Menulis apa yang ada di benak
c. Mempraktikkan apa yang diketahui
d. Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar atau tidak betah di pondok
6. Menyenangi semua hal yang dipelajari
7. Mematuhi semua peraturan pondok secara sukarela
8. Menghapal 3 kosa kata baru dalam bahasa Arab setiap hari
9. Pada tahun kedua, menghapal 3 kosa kata baru bahasa Inggris setiap hari
10. Menyukai semua pengajar agar dapat barokahnya
11. Membuat suasana dan tempat belajar yang baik dan menyenangkan
12. Melakukan Ibadah secara tulus karena Allah; shalat 5 waktu berjamaah, mengaji Al-Qur’an (khususnya surat Waqi’ah 3X tiap hari), Shalat Tahajjud, Dhuha dan Hajat, dzikir pagi petang, dan berdoa. Buah dari semua ini ialah kesuksesan saat dewasa kelak.
13. Olah raga secara teratur sesuai fasilitas olah raga yang ada di Pondok, anggap sebagai refreshing yang menyehatkan.
14. Jika tidak betah di Pondok, maka harus melakukan;
a. Konsultasi pada Kiai/Guru
b. Meminum air dari kran di pondok secara langsung sambil berdoa pada Allah supaya diberi hidayah dan anugerah untuk betah di pondok.
c. Mengadu pada Allah saat shalat Tahajjud malam hari
d. Timbulkan motivasi bahwa dengan menyelesaikan pendidikan pesantren, maka Masa Depan Cerah dan Cemerlang pasti datang.
II. Tips Mencapai Cita-Cita
1. Menulis cita-cita yang ingin diraih;
a. Cita-cita terbesar dalam hidup; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
b. Cita-cita middle/sedang; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
c. Cita-cita biasa; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
2. Meniti Tangga Sekolah sampai berhasil melalui; Akademis dan Belajar Otodidak;
a. Belajar di pesantren; dari SMP Islam/MTs, SMA Islam/MA sampai selesai, dan berusaha melanjutkan guna meraih gelar S1, S2 dan S3.
b. Mengasah kemampuan belajar sendiri (tanpa bimbingan siapa pun) supaya dapat melakukannya setelah tidak mondok lagi, sehingga prinsip belajar seumur hidup dapat dijalani
3. Melakukan hal-hal kecil yang bernilai besar;
a) Melaksanakan tips belajar sederhana di atas secara konsisten
b) Menjalankan ibadah spiritual; shalat 5 waktu, ditambah Hajat, Tahajjud, Dhuha (walau hanya 2 raka’at, tapi istiqamah) dan mengaji Waqi’ah 3X setiap hari. Inilah bentuk tawakkal, sedang langkah-langkah di atas sebagai Usaha. Usaha dan tawakkal = Jaminan kesuksesan; “Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah” artinya “Jika kamu membulatkan tekad (akumulasi usaha), bertawakkallah pada Allah.”
c) Membantu orang lain sesuai kemampuan atau bersedekah; Sedekah terbukti melariskan perdagangan dalam bisnis dan membantu kesuksesan dalam hidup.
4. Bekerja apa saja asal halal tanpa memilah-milih pekerjaan
5. Menjalani hidup sederhana dan apa adanya; teman saya Dr. Agus Wedi Malang berasal dari keluarga miskin, tapi karena hidup apa adanya; kos-kosan sempit, makan sederhana, berpakaian sederhana, dan menjalani hidup dengan keteguhan hati meski pernah menjadi Kernet angkot untuk menyambung hidup. Ibadah spritualnya (tawakkal) sangat bagus beriringan dengan kebulatan tekad. Hasilnya; Wisuda Dr. tinggal di depan mata.
6. Memiliki tabungan walau sedikit demi sedikit.
III. Tips Mengatasi Masalah 5 M
1. Mencari konpensasi positif (pelarian yang baik); berlari, mandi berlama-lama, olah raga dan main Games
2. Melihat masalah dengan cerdas; banyak yang lebih sengsara dari Anda, tapi Anda tetap mampu menjalani kehidupan, contoh; korban Tsunami Aceh.
3. Menghadapi masalah dengan kreatif; menulis dalam puisi, cerpen, novel dan buku
4. Mengadukan masalah pada Allah lewat shalat Tahajjud dan dzikir
5. Menyelesaikan masalah dengan; mempersempit masalah, menemukan jalan keluar terbaik dan menjalankannya dengan semua resiko.
Ahmad Zamhari Hasan
Bumi Allah, Sabtu; 21 Shafar 1431 H./06 Februari 2010
Senin, 08 Februari 2010
Cara Isi Formulis KAO
UNTUK MENGIKUTI KULIAH ALTERNATIF ONLINE, HARUS MENGISI FORMULIR INI SUPAYA PEMBELAJARAN BERLANGSUNG EFEKTIF, EFISIEN DAN DISESUAIKAN DENGAN BAKAT ANDA! SAYA TIDAK MELAYANI YANG BELUM MENGISI FORMULIR INI!
Ketik saat memulai ngenet: www.sampenulis.blogspot.com maka tulisan Cara Mengisi Formulir diblog dulu dan klik ctrl (control) C, lalu tempatkan dalam Word (tentu saja harus membuka Microsoft Word terlebih dahulu) dan ctrl V. Setelah itu Control S (save/simpan) tulis nama file: formulir, lalu ISI FORMULIR. Setelah selesai diisi, blok semua Ctrl A, lalu ke Ctrl V ke Email: sam_penulis@yahoo.com atau otodidaktor@yahoo.co.id
Cara memblok: Jika menggunakan Control A (yang diblok semua) padahal yang mau digandakan (copy) hanya sebagian, cara Ctrl+Shift dengan menggunakan fungsi panah kanan atau bawah (panah empat yang menunjukkan krusor atas, bawah, kiri dan kanan. Lalu control C (copy) dan tempatkan hasil copyan dan klik control V.
Formulir Kuliah Alternatif Online
1. Nama : ……………………………………………………..
2. Tempat Tgl. Lahir : ……………………………………………………..
3. Alamat : ……………………………………………………..
……………………………………………………..
4. Bersedia mengikuti Kuliah Seminggu sekali, sesuai Jadwal: Hari ………
……………………….. Jam ………………………. Waktu Kuliah yang
Anda inginkan.
5. Apa yang paling tidak disenangi ketika belajar : ……………………..
………………………………………………………………………………
6. Tujuan Pribadi/Cita-Cita apa yang hendak dicapai:
a. Tertinggi: …………………………………………………………………
b. Menengah: .………………………………………………………………
c. Biasa: .....…………………………………………………………………
7. Usaha-usaha Anda untuk mencapai cita-cita
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
d. ……………………………………………………………………………
e. ……………………………………………………………………………
f. ……………………………………………………………………………
8. Tantangan yang dihadapi untuk mencapai cita-cita
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
9. Latar belakang Ortu
a. Nama Bpk/Ibu ……………………………………………………………
b. Pekerjaan Bpk/Ibu ………………………………………………………..
c. Nama saudara …………………………………………………………….
d. Prakiraan Penghasilan Ortu Sebulan ..…………………………………….
10. Bidang studi apa yang paling disenangi sebelumnya
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
11. Agama : …………………………………………………………………….
12. Email ……………………………. Facebook ……………………………...
No HP. …………………………………….
13. Memberi informasi jika berhalangan untuk mengikuti kuliah melalui dunia maya
14. Ingat Anda TIDAK MENDAPAT GELAR/IJAZAH, tapi KEAHLIAN. Saat Anda berhasil, Insya Allah Anda memberikan Sertifikat Khusus.
15. Bersungguh-sungguh dalam mengikuti Kuliah Alternatif Online ini.
16. Menjalankan komitmen/janji yang dibuat sebaik-baiknya
17. Pengalaman
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
18. Latar belakang Pendidikan
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
19. Kegiatan-kegiatan yang dijalani saat ini/pekerjaan (bagi yang bekerja)
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
20. Apa saran Anda untuk Kuliah Alternatif Online
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
………………….., ….-….-……..
Otodidaktor,
( …………………………… )
Untuk mengirim email:
1. Pilih New/Compose : messege atau tulis pesan
2. Cc: sam_penulis@yahoo.com (email saya yang dituju)
Cc: otodidaktor@yahoo.co.id (email lain yang ingin dikirim)
Subjek : formulir (judul tulisan)
3. Di bawah Attach file, barulah tempat kamu meletakkan data yang ingin dikirim, tulis Control V (paste) = (ingat, sebelumnya sudah isi formulir, control A, control C, sekarang waktunya memunculkan di email).
4. Attach file: (untuk mengirim naskah lain yang disimpan di Direktori C/D atau flash disc). Setelah itu muncul pilihan …….. browes, masukkan data yang ingin dipindah. …….. Browes jika ada data lain. Lalu pilih Attache File dan Continu, lalu tunggu. INGAT, JIKA TIDAK ADA DATA LAIN, Attach file TIDAK USAH DIPAKAI.
5. Send (berada di atas): kirim tulisan, maka tulisan terkirim. Biasanya memunculkan tulisan Back to Inbok, klik dua kali, maka kembali ke Inbok.
Untuk Membuka dan Membaca Email;
1) Klik 2x Modzila atau e Internet Eksplorel, lalu tulis: mail.yahoo.com/mail.yahoo.co.id atau www.gmail.com, (jika perlu pilih Sigh In) lalu isi nama email Anda ………………. Pasword …………….
2) Klik Inbok atau kotak pesan 2x, lalu klik 2x pesan yang diterima;
a. Membaca langsung pesan yang diterima
b. Membaca pesan yang diterima dari attach file, klik 2x (judul tulisan di bawah subjek dan di atas pesan yang diterima), klik 2x Downloud, pilih open (membuka file) atau save (untuk menyimpan langsung). Lalu Save As (simpan di tempat yang Anda inginkan)
3) Kalau Anda ingin membaca pesan yang pernah dikirim, klik Sent, lalu klik 2x!
Fungsi dalam email:
1. Inbok : kotak surat untuk menerima email dari saya atau orang lain
2. Sent : untuk mengetahui tulisan yang telah terkirim atau memanfaatkan tulisan lama yang telah dikirim.
3. Draft: untuk menyimpan tulisan
4. Spam : Tong sampah/tulisan yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal, biasanya berisi penipuan dari orang lain.
Ketik saat memulai ngenet: www.sampenulis.blogspot.com maka tulisan Cara Mengisi Formulir diblog dulu dan klik ctrl (control) C, lalu tempatkan dalam Word (tentu saja harus membuka Microsoft Word terlebih dahulu) dan ctrl V. Setelah itu Control S (save/simpan) tulis nama file: formulir, lalu ISI FORMULIR. Setelah selesai diisi, blok semua Ctrl A, lalu ke Ctrl V ke Email: sam_penulis@yahoo.com atau otodidaktor@yahoo.co.id
Cara memblok: Jika menggunakan Control A (yang diblok semua) padahal yang mau digandakan (copy) hanya sebagian, cara Ctrl+Shift dengan menggunakan fungsi panah kanan atau bawah (panah empat yang menunjukkan krusor atas, bawah, kiri dan kanan. Lalu control C (copy) dan tempatkan hasil copyan dan klik control V.
Formulir Kuliah Alternatif Online
1. Nama : ……………………………………………………..
2. Tempat Tgl. Lahir : ……………………………………………………..
3. Alamat : ……………………………………………………..
……………………………………………………..
4. Bersedia mengikuti Kuliah Seminggu sekali, sesuai Jadwal: Hari ………
……………………….. Jam ………………………. Waktu Kuliah yang
Anda inginkan.
5. Apa yang paling tidak disenangi ketika belajar : ……………………..
………………………………………………………………………………
6. Tujuan Pribadi/Cita-Cita apa yang hendak dicapai:
a. Tertinggi: …………………………………………………………………
b. Menengah: .………………………………………………………………
c. Biasa: .....…………………………………………………………………
7. Usaha-usaha Anda untuk mencapai cita-cita
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
d. ……………………………………………………………………………
e. ……………………………………………………………………………
f. ……………………………………………………………………………
8. Tantangan yang dihadapi untuk mencapai cita-cita
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
9. Latar belakang Ortu
a. Nama Bpk/Ibu ……………………………………………………………
b. Pekerjaan Bpk/Ibu ………………………………………………………..
c. Nama saudara …………………………………………………………….
d. Prakiraan Penghasilan Ortu Sebulan ..…………………………………….
10. Bidang studi apa yang paling disenangi sebelumnya
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
11. Agama : …………………………………………………………………….
12. Email ……………………………. Facebook ……………………………...
No HP. …………………………………….
13. Memberi informasi jika berhalangan untuk mengikuti kuliah melalui dunia maya
14. Ingat Anda TIDAK MENDAPAT GELAR/IJAZAH, tapi KEAHLIAN. Saat Anda berhasil, Insya Allah Anda memberikan Sertifikat Khusus.
15. Bersungguh-sungguh dalam mengikuti Kuliah Alternatif Online ini.
16. Menjalankan komitmen/janji yang dibuat sebaik-baiknya
17. Pengalaman
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
18. Latar belakang Pendidikan
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
19. Kegiatan-kegiatan yang dijalani saat ini/pekerjaan (bagi yang bekerja)
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
20. Apa saran Anda untuk Kuliah Alternatif Online
a. ……………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………
c. ……………………………………………………………………………
………………….., ….-….-……..
Otodidaktor,
( …………………………… )
Untuk mengirim email:
1. Pilih New/Compose : messege atau tulis pesan
2. Cc: sam_penulis@yahoo.com (email saya yang dituju)
Cc: otodidaktor@yahoo.co.id (email lain yang ingin dikirim)
Subjek : formulir (judul tulisan)
3. Di bawah Attach file, barulah tempat kamu meletakkan data yang ingin dikirim, tulis Control V (paste) = (ingat, sebelumnya sudah isi formulir, control A, control C, sekarang waktunya memunculkan di email).
4. Attach file: (untuk mengirim naskah lain yang disimpan di Direktori C/D atau flash disc). Setelah itu muncul pilihan …….. browes, masukkan data yang ingin dipindah. …….. Browes jika ada data lain. Lalu pilih Attache File dan Continu, lalu tunggu. INGAT, JIKA TIDAK ADA DATA LAIN, Attach file TIDAK USAH DIPAKAI.
5. Send (berada di atas): kirim tulisan, maka tulisan terkirim. Biasanya memunculkan tulisan Back to Inbok, klik dua kali, maka kembali ke Inbok.
Untuk Membuka dan Membaca Email;
1) Klik 2x Modzila atau e Internet Eksplorel, lalu tulis: mail.yahoo.com/mail.yahoo.co.id atau www.gmail.com, (jika perlu pilih Sigh In) lalu isi nama email Anda ………………. Pasword …………….
2) Klik Inbok atau kotak pesan 2x, lalu klik 2x pesan yang diterima;
a. Membaca langsung pesan yang diterima
b. Membaca pesan yang diterima dari attach file, klik 2x (judul tulisan di bawah subjek dan di atas pesan yang diterima), klik 2x Downloud, pilih open (membuka file) atau save (untuk menyimpan langsung). Lalu Save As (simpan di tempat yang Anda inginkan)
3) Kalau Anda ingin membaca pesan yang pernah dikirim, klik Sent, lalu klik 2x!
Fungsi dalam email:
1. Inbok : kotak surat untuk menerima email dari saya atau orang lain
2. Sent : untuk mengetahui tulisan yang telah terkirim atau memanfaatkan tulisan lama yang telah dikirim.
3. Draft: untuk menyimpan tulisan
4. Spam : Tong sampah/tulisan yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal, biasanya berisi penipuan dari orang lain.
Keberhasilan Hakiki Dalam Akhir Zaman
Kata keberhasilan merupakan kata sakti yang dapat membuat manusia mengalami berbagai macam situasi, masalah dan tantangan guna mencapainya. Akibat pengaruh teori evolusi Darwin (secara ilmiah dianggap pemdodohan abad 19 dan 20), maka manusia yang terkuat lewat persaingan merupakan orang yang berhasil, tidak peduli menghalalkan segala cara atau tidak. Kapitalisme (Jargon abad 20 yang menunggu kehancuran) mengakibatkan orang-orang pemiliki modal atau orang kaya yang dianggap berhasil. Sebagian menganggap keberhasilan yakni memegang jabatan tertinggi. Sebagian menganggap gelar akademis tertinggi sebagai puncak keberhasilan. Sebagian menganggap status sosial sebagai puncak keberhasilan. Sebagian menganggap puncak prestasi sebagai keberhasilan.
Padahal makna keberhasilan sesungguhnya dalam tiga makna; pertama, senantiasa berusaha untuk berbahagia dunia dan akhirat sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, kedua, memanfaatkan semua potensi Allah dalam diri guna menjalani hidup yang lebih baik, ketiga, menjalani kehidupan sesuai kemauan diri yang benar, bukan dipaksa keadaan, lingkungan atau orang lain. Rumusan makna yang sesuai dengan Era Baru.
Mensyukuri Keberhasilan Kecil
Seseorang yang berambisi meraih keberhasilan, maka dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya dengan segala cara. Padahal ketika keberhasilan diraihnya, ada perasaan hambar karena banyak yang dikorbankan, termasuk menghancurkan orang lain, sehingga hanya kesenangan sekilas yakni dianggap berhasil di depan mata orang. Sayangnya, kebanyakan orang senang melakukan hal ini dengan berasalan sebagai tuntutan zaman.
Sedangkan seseorang yang berusaha sekuat tenaga guna meraih keberhasilan dengan cara yang baik, sehingga tangga kesuksesan yang diraihnya melalui lorong pintu gelap yang jauh, walau akhirnya mampu meraih keberhasilan. Orang seperti ini, akan menikmati proses sama dengan menikmati hasilnya. Namun, hanya sedikit orang yang menggunakan cara ini dalam zaman posmodern.
Berhubung yang kedua merupakan cara terbaik dalam meraih keberhasilan tanpa harus mengorbankan orang lain, maka hal ini perlu diuraikan panjang lebar agar setiap orang tergerak guna melakukan hal ini dalam meraih keberhasilan.
Dalam kehidupan sehari-hari, beragam aktivitas dilakukan, baik dengan perencanaan atau tidak. Tanpa disadari, sesungguhnya keberhasilan-keberhasilan kecil diraih seseorang saat menjalaninya. Karyawan yang gigih bekerja dapat menjalankan tugas dengan baik. Pegawai pemerintah dapat menjalankan tugas atasanya lebih baik dari yang diduga. Pedagang dapat menjual dagangannya lebih baik dari hari kemarin. Pengusaha dapat mencapai target yang dicanangkan. Pemerintah mampu menjalankan rencana-rencana aksi yang telah disusun. Ibu rumah tangga mampu melahirkan bayinya dengan lancar. Guru dapat mengajar dengan baik, sehingga murid-muridnya dapat memahami dan mempraktikkan yang diajarkan. Semua ini merupakan keberhasilan kecil yang lewat begitu saja.
Hanya saja, berhubung keberhasilan kecil, maka dibiarkan begitu saja. Padahal seharusnya keberhasilan kecil ini harus disyukuri, sebab dari keberhasilan-keberhasilan kecil inilah sesuatu yang lebih besar dapat diraih. Dalam terminologi Islam, orang yang bersyukur, maka rizkinya ditambah Allah. Ini berarti mensyukuri keberhasilan kecil merupakan langkah awal dalam meraih keberhasilan besar yang diraih.
Dalam menghadapi persaingan, gunakan beberapa langkah; anggap mereka sebagai partner bukan pesaing, lakukan persaingan (perpatneran) yang sehat, melakukan yang terbaik dengan cara yang baik, mendekatkan diri pada Allah SWT tanpa pernah percaya pada dukun, paranormal dan sejenisnya, saling silaturrahmi dan membantu, dan berhasil bersama.
Dari keberhasilan kecil, perlahan-lahan menuju keberhasilan menengah. Rasa syukur pada Allah diwujudkan lebih besar yakni beribadah spiritual (Shalat 5 waktu berjamaah karena butuh, shalat Sunnah Dhuha, Mengaji waqi;ah 3X, istigfar 100X setiap hari, puasa Ramadhan) dan ibadah sosial (zakat fitah, zakat harta dan membantu orang lain sesuai kemampuan). Jalan inilah yang membimbing seseorang meraih keberhasilan besar. Wujud rasa syukur lebih besar yakni ibadah spiritual (Shalat Sunnah Tahajjud dan Hajat, menunaikan ibadah haji, puasa Sunnah dan isqiqamah shalat berjamaah) dan sosial (menjadi dermawan sejati tulus karena Allah dan membantu siapa saja yang membutuhkan).
Menikmati Keberhasilan dan Kegagalan
Jangan remehkan keberhasilan-keberhasilan kecil yang dialami dalam kehidupan setiap hari, sebab inilah tangga sesungguhnya dalam meraih keberhasilan. Ini berarti, setiap keberhasilan dinikmati, sehingga saat kegagalan datang, hakikatnya banyak keberhasilan kecil yang diraih.
Manusia hanya senang meratapi kegagalan-kegagalan tanpa mengingat keberhasilan-keberhasilan kecil yang diraihnya, karena merasa selalu gagal, maka dirinya tidak pandai bersyukur dan nau’dzubillah menyalahkan Allah atas keadaan yang dialami.
Pedagang yang jatuh bangkrut, harus mengingat bahwa banyak keberhasilan yang telah diraihnya. Maka, saat jatuh bangkrut, ingat kembali keberhasilan-keberhasilan di masa lalu, sehingga timbul semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Kebangkrutan yang dialami merupakan ujian Allah agar dirinya lebih kuat, bersemangat dan bekerja keras guna menjalani langkah baru menuju masa depan.
Pengusaha yang bangkrut, dapat memulai usaha dari nol dengan menikmati kembali keberhasilan-keberhasilan kecil yang dilaluinya guna menuju puncak keberhasilan.
Sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan, maka harus berusaha bekerja apa saja asal halal, lalu menyusun langkah dari nol agar ilmunya dapat dimanfaatkan dalam pekerjaan besar yang ingin diraihnya di masa depan.
Memulai langkah baru adalah cara untuk meraih keberhasilan-keberhasilan kecil yang harus disyukuri, sehingga keberhasilan menengah dapat diraih dan keberhasilan besar datang dengan sendirinya.
Siklus dalam meraih keberhasilan, dimulai dari bawah, menghadapi banyak tantangan, meraih keberhasilan-keberhasilan kecil, lalu meraih keberhasilan menengah, mengalami keterpurukan, bangkit kembali sampai menuju puncak keberhasilan. Siklus ini bisa berubah-ubah. Namun, intinya kebanyakan manusia tidak bersabar saat menerima tantangan dan keterpurukan, sehingga mereka gagal dalam meraih keberhasilan menengah, apalagi meraih keberhasilan besar. Semakin besar keberhasilan yang ingin diraih, maka tantangan dan keterpurukan semakin besar.
Jika Anda takut pada tantangan, keterpurukan, kesalahan dan kegagalan, maka jangan pernah ingin meraih keberhasilan. Sebab inilah Sunnatullah (Siklus kehidupan) dalam meraih keberhasilan. Jadi, ketika Anda menikmati keberhasilan –baik kecil, menengah atau besar-, maka persiapkan diri Anda guna menghadapi tantangan, keterpurukan, kesalahan dan kegagalan. Sehingga Anda tersenyum saat berhasil dan tersenyum saat gagal.
Senjata utama dalam menghadapi tantangan, keterpurukan, dan kegagalan, adalah bersabar. Bersabar dalam Islam bukan bermakna berdiam diri, melainkan merenungkan segala sesuatu dengan membuka diri pada ilham Allah, mundur guna menyusun langkah baru, menstabilkan emosi, membuka raksasa tidur dalam pikiran untuk merumuskan strategi baru, dan menjalankannya dengan penuh semangat. Inilah wujud kesabaran hakiki yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, hamba Allah dan Rasul terbaik sepanjang zaman.
Penutup
Mensyukuri setiap keberhasilan, khususnya keberhasilan-keberhasilan kecil adalah cara paling efektif guna meraih keberhasilan sesungguhnya, ini membenarkan firman Allah “Jika kalian bersyukur, maka akan kutambah nikmatku pada kalian…” Maka yakinlah untuk meraih keberhasilan dengan cara atau proses yang benar, melakukan hal benar dan menuju sesuatu yang diridhai Allah, sehingga kebahagiaan dunia akhirat dapat diraih.
Mensyukuri keberhasilan dengan dua cara. Pertama; bersyukur pada Allah dengan senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan, melakukan ibadah spiritual dan sosial secara tulus, dan beriman penuh keyakinan pada Allah. Kedua; berterima kasih pada manusia dengan senantiasa mengingat kebaikannya, berbuat baik pada siapa saja, berbagi ilmu atau harta pada orang yang membutuhkan, bermanfaat pada semua makhluk, dan mengelola anugerah Allah berupa semesta sebagai tempat yang nyaman atau tentram bagi seluruh makhluk.
Jangan pernah mengkhawatirkan keberhasilan yang diraih orang lain, melainkan harus mengkhawatirkan diri sendiri yang tidak bersemangat menjalani kehidupan, tidak Struggle, tidak memiliki motivasi untuk berhasil, tidak menggunakan cara yang baik untuk berhasil, dan tidak berbuat apa-apa. Ketika orang lain berhasil, turut bersyukur pada Allah, sebab keberhasilan mereka merupakan anugerah Allah. Bahkan, orang yang paling berhasil di muka bumi ialah seseorang yang membantu orang lain berhasil atau lebih berhasil dari dirinya tulus karena Allah SWT.
Ahmad Zamhari Hasan
Bumi Allah, Sabtu; 21 Shafar 1431 H./06 Februari 2010
Padahal makna keberhasilan sesungguhnya dalam tiga makna; pertama, senantiasa berusaha untuk berbahagia dunia dan akhirat sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, kedua, memanfaatkan semua potensi Allah dalam diri guna menjalani hidup yang lebih baik, ketiga, menjalani kehidupan sesuai kemauan diri yang benar, bukan dipaksa keadaan, lingkungan atau orang lain. Rumusan makna yang sesuai dengan Era Baru.
Mensyukuri Keberhasilan Kecil
Seseorang yang berambisi meraih keberhasilan, maka dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya dengan segala cara. Padahal ketika keberhasilan diraihnya, ada perasaan hambar karena banyak yang dikorbankan, termasuk menghancurkan orang lain, sehingga hanya kesenangan sekilas yakni dianggap berhasil di depan mata orang. Sayangnya, kebanyakan orang senang melakukan hal ini dengan berasalan sebagai tuntutan zaman.
Sedangkan seseorang yang berusaha sekuat tenaga guna meraih keberhasilan dengan cara yang baik, sehingga tangga kesuksesan yang diraihnya melalui lorong pintu gelap yang jauh, walau akhirnya mampu meraih keberhasilan. Orang seperti ini, akan menikmati proses sama dengan menikmati hasilnya. Namun, hanya sedikit orang yang menggunakan cara ini dalam zaman posmodern.
Berhubung yang kedua merupakan cara terbaik dalam meraih keberhasilan tanpa harus mengorbankan orang lain, maka hal ini perlu diuraikan panjang lebar agar setiap orang tergerak guna melakukan hal ini dalam meraih keberhasilan.
Dalam kehidupan sehari-hari, beragam aktivitas dilakukan, baik dengan perencanaan atau tidak. Tanpa disadari, sesungguhnya keberhasilan-keberhasilan kecil diraih seseorang saat menjalaninya. Karyawan yang gigih bekerja dapat menjalankan tugas dengan baik. Pegawai pemerintah dapat menjalankan tugas atasanya lebih baik dari yang diduga. Pedagang dapat menjual dagangannya lebih baik dari hari kemarin. Pengusaha dapat mencapai target yang dicanangkan. Pemerintah mampu menjalankan rencana-rencana aksi yang telah disusun. Ibu rumah tangga mampu melahirkan bayinya dengan lancar. Guru dapat mengajar dengan baik, sehingga murid-muridnya dapat memahami dan mempraktikkan yang diajarkan. Semua ini merupakan keberhasilan kecil yang lewat begitu saja.
Hanya saja, berhubung keberhasilan kecil, maka dibiarkan begitu saja. Padahal seharusnya keberhasilan kecil ini harus disyukuri, sebab dari keberhasilan-keberhasilan kecil inilah sesuatu yang lebih besar dapat diraih. Dalam terminologi Islam, orang yang bersyukur, maka rizkinya ditambah Allah. Ini berarti mensyukuri keberhasilan kecil merupakan langkah awal dalam meraih keberhasilan besar yang diraih.
Dalam menghadapi persaingan, gunakan beberapa langkah; anggap mereka sebagai partner bukan pesaing, lakukan persaingan (perpatneran) yang sehat, melakukan yang terbaik dengan cara yang baik, mendekatkan diri pada Allah SWT tanpa pernah percaya pada dukun, paranormal dan sejenisnya, saling silaturrahmi dan membantu, dan berhasil bersama.
Dari keberhasilan kecil, perlahan-lahan menuju keberhasilan menengah. Rasa syukur pada Allah diwujudkan lebih besar yakni beribadah spiritual (Shalat 5 waktu berjamaah karena butuh, shalat Sunnah Dhuha, Mengaji waqi;ah 3X, istigfar 100X setiap hari, puasa Ramadhan) dan ibadah sosial (zakat fitah, zakat harta dan membantu orang lain sesuai kemampuan). Jalan inilah yang membimbing seseorang meraih keberhasilan besar. Wujud rasa syukur lebih besar yakni ibadah spiritual (Shalat Sunnah Tahajjud dan Hajat, menunaikan ibadah haji, puasa Sunnah dan isqiqamah shalat berjamaah) dan sosial (menjadi dermawan sejati tulus karena Allah dan membantu siapa saja yang membutuhkan).
Menikmati Keberhasilan dan Kegagalan
Jangan remehkan keberhasilan-keberhasilan kecil yang dialami dalam kehidupan setiap hari, sebab inilah tangga sesungguhnya dalam meraih keberhasilan. Ini berarti, setiap keberhasilan dinikmati, sehingga saat kegagalan datang, hakikatnya banyak keberhasilan kecil yang diraih.
Manusia hanya senang meratapi kegagalan-kegagalan tanpa mengingat keberhasilan-keberhasilan kecil yang diraihnya, karena merasa selalu gagal, maka dirinya tidak pandai bersyukur dan nau’dzubillah menyalahkan Allah atas keadaan yang dialami.
Pedagang yang jatuh bangkrut, harus mengingat bahwa banyak keberhasilan yang telah diraihnya. Maka, saat jatuh bangkrut, ingat kembali keberhasilan-keberhasilan di masa lalu, sehingga timbul semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Kebangkrutan yang dialami merupakan ujian Allah agar dirinya lebih kuat, bersemangat dan bekerja keras guna menjalani langkah baru menuju masa depan.
Pengusaha yang bangkrut, dapat memulai usaha dari nol dengan menikmati kembali keberhasilan-keberhasilan kecil yang dilaluinya guna menuju puncak keberhasilan.
Sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan, maka harus berusaha bekerja apa saja asal halal, lalu menyusun langkah dari nol agar ilmunya dapat dimanfaatkan dalam pekerjaan besar yang ingin diraihnya di masa depan.
Memulai langkah baru adalah cara untuk meraih keberhasilan-keberhasilan kecil yang harus disyukuri, sehingga keberhasilan menengah dapat diraih dan keberhasilan besar datang dengan sendirinya.
Siklus dalam meraih keberhasilan, dimulai dari bawah, menghadapi banyak tantangan, meraih keberhasilan-keberhasilan kecil, lalu meraih keberhasilan menengah, mengalami keterpurukan, bangkit kembali sampai menuju puncak keberhasilan. Siklus ini bisa berubah-ubah. Namun, intinya kebanyakan manusia tidak bersabar saat menerima tantangan dan keterpurukan, sehingga mereka gagal dalam meraih keberhasilan menengah, apalagi meraih keberhasilan besar. Semakin besar keberhasilan yang ingin diraih, maka tantangan dan keterpurukan semakin besar.
Jika Anda takut pada tantangan, keterpurukan, kesalahan dan kegagalan, maka jangan pernah ingin meraih keberhasilan. Sebab inilah Sunnatullah (Siklus kehidupan) dalam meraih keberhasilan. Jadi, ketika Anda menikmati keberhasilan –baik kecil, menengah atau besar-, maka persiapkan diri Anda guna menghadapi tantangan, keterpurukan, kesalahan dan kegagalan. Sehingga Anda tersenyum saat berhasil dan tersenyum saat gagal.
Senjata utama dalam menghadapi tantangan, keterpurukan, dan kegagalan, adalah bersabar. Bersabar dalam Islam bukan bermakna berdiam diri, melainkan merenungkan segala sesuatu dengan membuka diri pada ilham Allah, mundur guna menyusun langkah baru, menstabilkan emosi, membuka raksasa tidur dalam pikiran untuk merumuskan strategi baru, dan menjalankannya dengan penuh semangat. Inilah wujud kesabaran hakiki yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, hamba Allah dan Rasul terbaik sepanjang zaman.
Penutup
Mensyukuri setiap keberhasilan, khususnya keberhasilan-keberhasilan kecil adalah cara paling efektif guna meraih keberhasilan sesungguhnya, ini membenarkan firman Allah “Jika kalian bersyukur, maka akan kutambah nikmatku pada kalian…” Maka yakinlah untuk meraih keberhasilan dengan cara atau proses yang benar, melakukan hal benar dan menuju sesuatu yang diridhai Allah, sehingga kebahagiaan dunia akhirat dapat diraih.
Mensyukuri keberhasilan dengan dua cara. Pertama; bersyukur pada Allah dengan senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan, melakukan ibadah spiritual dan sosial secara tulus, dan beriman penuh keyakinan pada Allah. Kedua; berterima kasih pada manusia dengan senantiasa mengingat kebaikannya, berbuat baik pada siapa saja, berbagi ilmu atau harta pada orang yang membutuhkan, bermanfaat pada semua makhluk, dan mengelola anugerah Allah berupa semesta sebagai tempat yang nyaman atau tentram bagi seluruh makhluk.
Jangan pernah mengkhawatirkan keberhasilan yang diraih orang lain, melainkan harus mengkhawatirkan diri sendiri yang tidak bersemangat menjalani kehidupan, tidak Struggle, tidak memiliki motivasi untuk berhasil, tidak menggunakan cara yang baik untuk berhasil, dan tidak berbuat apa-apa. Ketika orang lain berhasil, turut bersyukur pada Allah, sebab keberhasilan mereka merupakan anugerah Allah. Bahkan, orang yang paling berhasil di muka bumi ialah seseorang yang membantu orang lain berhasil atau lebih berhasil dari dirinya tulus karena Allah SWT.
Ahmad Zamhari Hasan
Bumi Allah, Sabtu; 21 Shafar 1431 H./06 Februari 2010
Jumat, 22 Januari 2010
Mengatasi Hantu Kegagalan
Membaca dan menyaksikan orang-orang berhasil, pasti membuat kita ingin berhasil seperti mereka. Kehidupan mereka seakan-akan nyaman, enak, menyenangkan, dan penuh kebahagian. Kehidupan indah yang hanya menjadi bayangan bagi orang-orang gagal, pecundang dan terpinggirkan.
Seandainya, kaca mata penglihatan kita diperbesar dan dipercanggih, sesungguhnya di balik kesuksesan mereka, tersimpan cerita-cerita memilukan, menggetirkan, menyedihkan dan menyengsarakan. Hanya saja yang kelihatan di permukaan adalah kesenangan dan kebahagiaan hidup mereka. Biasanya cerita-cerita tersebut, bermuara pada sejumlah kegagalan-kegagalan yang mereka alami.
Tidak ada kisah kesuksesan tanpa mencatumkan sejumlah kegagalan di baliknya. Tidak ada cerita orang hebat tanpa cerita memilukan di baliknya. Tidak ada kisah keberhasilan tanpa perjuangan yang melelahkan, penuh kegigihan dan dedikasi, air mata dan kesengsaraan.
Soekarno sebelum berhasil menjadi Presiden RI pertama, 19 kali bolak balik penjara dan ancaman pembunuhan berulangkali dialaminya. Thomas Alva Edison mengalami kegagalan 9944 kali, sebelum berhasil menemukan listrik. Bill Gates terpaksa berhenti kuliah dan bertahun-tahun hidup di garasi mobil guna melahirkan produk yang menjadi cikal bakal Microsoft. Ibnu Hajar 10 tahun belajar di Pondok, namun tidak satupun ilmu yang nyantol di otaknya alias bodoh, tapi beliau terus belajar sampai menemukan ilham “Air yang berhasil menembus batu setelah proses yang lama, itu berarti sebebal apa pun otak saya, pasti dapat mengerti Kitab (literature) atau menjadi cerdas dan jenius asal terus belajar seumur hidup,” hasilnya beliau mampu mencetak Ulama’-Ulama’ hebat dan mengarang banyak Kitab.
Dari beberapa contoh di atas, jelaslah bahwa kesuksesan yang mereka raih melalui perjuangan yang panjang (Struggle) dan melalui sejumlah kegagalan. Jadi, kalau Anda ingin menjadi orang yang sukses, maka persiapkan diri melalui kegagalan demi kegagalan. Semakin besar cita-cita atau tingkat keberhasilan yang mau dicapai, maka semakin banyak pintu-pintu kegagalan yang mau dilalui.
Realitas ini membimbing kita untuk tidak menjadikan kegagalan sebagai hantu, melainkan pemicu semangat untuk terus berusaha guna meraih keberhasilan. Kalau kegagalan dijadikan hantu, maka kita ketakutan dalam menghadapinya, padahal hakikat hantu ialah bayang-bayang yang diciptakan dalam benak kita tentang sesuatu. Kegagalan bukanlah hantu, melainkan stimulus guna meraih keberhasilan.
Sebagai stimulus, maka kegagalan demi kegagalan justru membuat seseorang semakin kuat, semakin cerdas karena melalui beberapa eksprimen, semakin bersemangat, dan semakin tertantang guna meraih keberhasilan.
Untuk mengukur keberhasilan, tidak ada batasan usia. Sungguh pandangan picik jika hanya membatasi keberhasilan dalam usia antara 20-40 tahun, sebab faktanya sebagian orang berhasil gemilang di usia senja seperti Walt Disney. Kalau Anda masih hidup, maka Anda punya peluang untuk berhasil, berapa pun usia Anda. Justru usia yang bertambah menambah kematangan dalam mengatasi kegagalan.
Sekarang lihatlah posisi Anda!
“Oh, saya berulangkali gagal mendapatkan pekerjaaan.”
“Saya terus menerus gagal dalam berwirausaha.”
“Saya gagal menjadi sarjana karena keluarga tidak mampu.”
“Saya gagal dalam sejumlah proyek yang diajukan.”
“Saya gagal meraih posisi yang lebih tinggi di kantor atau pemerintahan.”
“Saya gagal menjadi pegawai negeri.”
“Saya gagal Ujian Nasional.”
“Saya gagal UMPTN.”
“Saya gagal menjadi penulis best seller.”
“Saya gagal ……….” Biar anda sendiri mengisi titik-titik ini.
Dari pengakuan terhadap kegagalan, lalu mulai melakukan evaluasi penyebab kegagalan. Dari hasil evaluasi, renungkanklah sehingga ditemukan kesalahan dari diri. Buat beberapa langkah guna mengatasi penyebab kegagalan dan kesahalan diri. Pikirkan secara matang dan susun rencana aksi guna meneruskan langkah.
Contoh; saat Anda gagal mendapatkan pekerjaan, padahal sudah melamar di sana sini, maka tanyakan saat melamar pekerjaan kenapa Anda tidak diterima. Apa kesalahan Anda, sehingga tidak diterima kerja; skill atau ilmu yang kurang memadai, tingkah laku atau tidak memuaskan dalam wawancara? Setelah itu, buatlah lamaran kerja baru yang sesuai dengan skill, ilmu, kapasitas, kepribadian dan tingkah laku Anda. Jika tetap belum berhasil, buat rencana aksi baru; menekuni usaha wirausaha atau bekerja apa saja asal halal tanpa mempedulikan kesarjanaan Anda atau Ijazah SMA/MA/Pesantren.
Contoh; Anda gagal untuk Kuliah di Perguruan Tinggi. Setelah diselidiki, ternyata orang tua tidak mampu membiayai. Kalau orang tua tidak mampu membiayai, Anda bisa mencari beasiswa atau bekerja dulu guna mengumpulkan uang untuk dapat kuliah. Jika tetap tidak bisa Kuliah Formal, Anda dapat memilih Kuliah Alternatif Online Gratis yang saya kelola. Tinggal isi formulir, Anda sudah resmi saya terima dan mendapatkan pelayanan beruma materi kuliah, menguasai beberapa ilmu alat pendukung, dan dapat berdialog melalui Yahoo messenger, Facebook atau SMS. Mudah, bukan?
Contoh; Anda sudah berusia di atas 40 tahun, namun usaha berdagang yang dilakukan selalu gagal. Setelah diselidiki penyebab kegagalan; persaingan terlalu keras, sering berubah-rubah dagangan, dan pengeluaran lebih besar dari penghasilan. Cara mengatasinya; jadilah yang lebih baik dari pesaing Anda dengan cara-cara yang lebih baik, berdagang dengan cara Islami (jujur, sabar, tekun, amanah, melayani dengan baik, melakukan yang terbaik dan bertawakkal dengan ibadah secara yakin), shalat Istikharah 2 raka’at selama 3-7 kali untuk menentukan akan berdagang apa yang tepat (hasil mimpi baik menunjukkan pilihan dagangan yang sesuai, lakukan survey pasar berdasarkan pengalaman, dan hidup hemat untuk seluruh anggota keluarga (jika merokok, berhentilah merokok). Jika masalah modal, dapat mengajukan pada pemerintah melalui PNPM Mandiri.
Dengan beberapa ilustrasi di atas, menjadi jelaslah beberapa langkah yang harus Anda ambil guna mengatasi kegagalan. Untuk memudahkan Anda, saya memberikan beberapa tips mengatasi kegagalan.
Pertama; Jangan hanya mengandalkan kekuatan diri yang terbatas, bersandarlah pada Allah atau Kekuatan Spritualitas yang tidak terbatas. Sehingga Anda memiliki energi yang berlimpah ruah. Caranya; lakukan ibadah Spritual dan Sosial dengan penuh keyakinan pada Allah. Percayalah, Allah pasti bantu Anda jika taat dan menjalankan ajaran-ajaranNya secara tulus.
Kedua; Selama Anda masih hidup, maka peluang Anda untuk berhasil tetaplah terbuka, teruslah berusaha.
Ketiga; Gunakan ilmu pengetahuan, pengalaman atau kelebihan yang dimiliki dalam melakukan rencana aksi yang baru. Di internet informasi berlimbah ruah untuk mendapatkan ilmu, pengalaman orang lain yang berhasil dan memahami kelebihan yang Anda miliki. www.google.co.id: ……………….. (Tulis ilmu yang mau Anda cari) atau www.yahoo.co.id: ………………………..
Keempat; Setelah mengalami kegagalan, mundur sejenak guna merenungkan segalanya. Timbulkan semangat baru!
Kelima; berdialog dengan orang yang dapat membantu Anda mengatasi kegagalan tersebut, saya menawarkan diri sebagai teman dialog, inilah nomor Hp. Saya; 08176956688.
Keenam; Hitunglah sejumlah kegagalan yang dialami, jika belum mencapai 9944 kali, maka jangan menyerah. ORANG YANG GAGAL IALAH ORANG YANG BERHENTI BERUSAHA.
Ketujuh; di samping rencana aksi utama, Anda harus menyusun beberapa rencana Alternatif. Sehingga saat rencana utama gagal, Anda mempunyai amunisi lain yakni rencana aksi alternatif. Dengan cara ini, Anda hakikatnya tidak gagal, melainkan sedang menjalankan rencana alternatif.
Kedelapan; Strategi mengatasi kegagalan penting yakni menempuh cara-cara baru, berpikir berbeda, dan melakukan semua kemungkinan yang ada (dengan cara yang baik tentunya).
Kesembilan; Jika Anda sudah benar-benar yakin bahwa yang dijalani tidak akan berhasil, SAATNYA ANDA MEMUTUSKAN BANTING STIR ATAU MENEMPUH JALAN BERBEDA.
Kesepuluh; Reinterpretasi makna kegagalan, Keberhasilan ialah melakukan apa yang kita mau, menjalani hidup apa adanya dan menikmati kehidupan yang dijalani. Keberhasilan dalam makna lama; Harta (Qorun paling kaya di muka bumi ditenggelamkan ke dalam pasir), Kekuasaan (Fir’aun tenggelam di lautan) Jabatan (Hamman Perdana Menteri Fir’aun, tenggelam di lautan), Popularitas (dikejar-kejar wartawan, hidup tanpa privacy), sudah tidak cocok dengan abad ini. Kecuali Anda manusia abad 20 yang hidup di abad 21.
Kesebelas; Bunuhlah hantu kegagalan dan hidupkan bayangan hari depan yang cerah dengan melewati kegagalan-kegagalan di masa lalu. Kuburkan bayangan-bayangan kegagalan sedalam-dalamnya agar Anda tidak trauma.
Ahmad Zamhari Hasan
06 Shafar 1431 H./22 Januari 2010
Seandainya, kaca mata penglihatan kita diperbesar dan dipercanggih, sesungguhnya di balik kesuksesan mereka, tersimpan cerita-cerita memilukan, menggetirkan, menyedihkan dan menyengsarakan. Hanya saja yang kelihatan di permukaan adalah kesenangan dan kebahagiaan hidup mereka. Biasanya cerita-cerita tersebut, bermuara pada sejumlah kegagalan-kegagalan yang mereka alami.
Tidak ada kisah kesuksesan tanpa mencatumkan sejumlah kegagalan di baliknya. Tidak ada cerita orang hebat tanpa cerita memilukan di baliknya. Tidak ada kisah keberhasilan tanpa perjuangan yang melelahkan, penuh kegigihan dan dedikasi, air mata dan kesengsaraan.
Soekarno sebelum berhasil menjadi Presiden RI pertama, 19 kali bolak balik penjara dan ancaman pembunuhan berulangkali dialaminya. Thomas Alva Edison mengalami kegagalan 9944 kali, sebelum berhasil menemukan listrik. Bill Gates terpaksa berhenti kuliah dan bertahun-tahun hidup di garasi mobil guna melahirkan produk yang menjadi cikal bakal Microsoft. Ibnu Hajar 10 tahun belajar di Pondok, namun tidak satupun ilmu yang nyantol di otaknya alias bodoh, tapi beliau terus belajar sampai menemukan ilham “Air yang berhasil menembus batu setelah proses yang lama, itu berarti sebebal apa pun otak saya, pasti dapat mengerti Kitab (literature) atau menjadi cerdas dan jenius asal terus belajar seumur hidup,” hasilnya beliau mampu mencetak Ulama’-Ulama’ hebat dan mengarang banyak Kitab.
Dari beberapa contoh di atas, jelaslah bahwa kesuksesan yang mereka raih melalui perjuangan yang panjang (Struggle) dan melalui sejumlah kegagalan. Jadi, kalau Anda ingin menjadi orang yang sukses, maka persiapkan diri melalui kegagalan demi kegagalan. Semakin besar cita-cita atau tingkat keberhasilan yang mau dicapai, maka semakin banyak pintu-pintu kegagalan yang mau dilalui.
Realitas ini membimbing kita untuk tidak menjadikan kegagalan sebagai hantu, melainkan pemicu semangat untuk terus berusaha guna meraih keberhasilan. Kalau kegagalan dijadikan hantu, maka kita ketakutan dalam menghadapinya, padahal hakikat hantu ialah bayang-bayang yang diciptakan dalam benak kita tentang sesuatu. Kegagalan bukanlah hantu, melainkan stimulus guna meraih keberhasilan.
Sebagai stimulus, maka kegagalan demi kegagalan justru membuat seseorang semakin kuat, semakin cerdas karena melalui beberapa eksprimen, semakin bersemangat, dan semakin tertantang guna meraih keberhasilan.
Untuk mengukur keberhasilan, tidak ada batasan usia. Sungguh pandangan picik jika hanya membatasi keberhasilan dalam usia antara 20-40 tahun, sebab faktanya sebagian orang berhasil gemilang di usia senja seperti Walt Disney. Kalau Anda masih hidup, maka Anda punya peluang untuk berhasil, berapa pun usia Anda. Justru usia yang bertambah menambah kematangan dalam mengatasi kegagalan.
Sekarang lihatlah posisi Anda!
“Oh, saya berulangkali gagal mendapatkan pekerjaaan.”
“Saya terus menerus gagal dalam berwirausaha.”
“Saya gagal menjadi sarjana karena keluarga tidak mampu.”
“Saya gagal dalam sejumlah proyek yang diajukan.”
“Saya gagal meraih posisi yang lebih tinggi di kantor atau pemerintahan.”
“Saya gagal menjadi pegawai negeri.”
“Saya gagal Ujian Nasional.”
“Saya gagal UMPTN.”
“Saya gagal menjadi penulis best seller.”
“Saya gagal ……….” Biar anda sendiri mengisi titik-titik ini.
Dari pengakuan terhadap kegagalan, lalu mulai melakukan evaluasi penyebab kegagalan. Dari hasil evaluasi, renungkanklah sehingga ditemukan kesalahan dari diri. Buat beberapa langkah guna mengatasi penyebab kegagalan dan kesahalan diri. Pikirkan secara matang dan susun rencana aksi guna meneruskan langkah.
Contoh; saat Anda gagal mendapatkan pekerjaan, padahal sudah melamar di sana sini, maka tanyakan saat melamar pekerjaan kenapa Anda tidak diterima. Apa kesalahan Anda, sehingga tidak diterima kerja; skill atau ilmu yang kurang memadai, tingkah laku atau tidak memuaskan dalam wawancara? Setelah itu, buatlah lamaran kerja baru yang sesuai dengan skill, ilmu, kapasitas, kepribadian dan tingkah laku Anda. Jika tetap belum berhasil, buat rencana aksi baru; menekuni usaha wirausaha atau bekerja apa saja asal halal tanpa mempedulikan kesarjanaan Anda atau Ijazah SMA/MA/Pesantren.
Contoh; Anda gagal untuk Kuliah di Perguruan Tinggi. Setelah diselidiki, ternyata orang tua tidak mampu membiayai. Kalau orang tua tidak mampu membiayai, Anda bisa mencari beasiswa atau bekerja dulu guna mengumpulkan uang untuk dapat kuliah. Jika tetap tidak bisa Kuliah Formal, Anda dapat memilih Kuliah Alternatif Online Gratis yang saya kelola. Tinggal isi formulir, Anda sudah resmi saya terima dan mendapatkan pelayanan beruma materi kuliah, menguasai beberapa ilmu alat pendukung, dan dapat berdialog melalui Yahoo messenger, Facebook atau SMS. Mudah, bukan?
Contoh; Anda sudah berusia di atas 40 tahun, namun usaha berdagang yang dilakukan selalu gagal. Setelah diselidiki penyebab kegagalan; persaingan terlalu keras, sering berubah-rubah dagangan, dan pengeluaran lebih besar dari penghasilan. Cara mengatasinya; jadilah yang lebih baik dari pesaing Anda dengan cara-cara yang lebih baik, berdagang dengan cara Islami (jujur, sabar, tekun, amanah, melayani dengan baik, melakukan yang terbaik dan bertawakkal dengan ibadah secara yakin), shalat Istikharah 2 raka’at selama 3-7 kali untuk menentukan akan berdagang apa yang tepat (hasil mimpi baik menunjukkan pilihan dagangan yang sesuai, lakukan survey pasar berdasarkan pengalaman, dan hidup hemat untuk seluruh anggota keluarga (jika merokok, berhentilah merokok). Jika masalah modal, dapat mengajukan pada pemerintah melalui PNPM Mandiri.
Dengan beberapa ilustrasi di atas, menjadi jelaslah beberapa langkah yang harus Anda ambil guna mengatasi kegagalan. Untuk memudahkan Anda, saya memberikan beberapa tips mengatasi kegagalan.
Pertama; Jangan hanya mengandalkan kekuatan diri yang terbatas, bersandarlah pada Allah atau Kekuatan Spritualitas yang tidak terbatas. Sehingga Anda memiliki energi yang berlimpah ruah. Caranya; lakukan ibadah Spritual dan Sosial dengan penuh keyakinan pada Allah. Percayalah, Allah pasti bantu Anda jika taat dan menjalankan ajaran-ajaranNya secara tulus.
Kedua; Selama Anda masih hidup, maka peluang Anda untuk berhasil tetaplah terbuka, teruslah berusaha.
Ketiga; Gunakan ilmu pengetahuan, pengalaman atau kelebihan yang dimiliki dalam melakukan rencana aksi yang baru. Di internet informasi berlimbah ruah untuk mendapatkan ilmu, pengalaman orang lain yang berhasil dan memahami kelebihan yang Anda miliki. www.google.co.id: ……………….. (Tulis ilmu yang mau Anda cari) atau www.yahoo.co.id: ………………………..
Keempat; Setelah mengalami kegagalan, mundur sejenak guna merenungkan segalanya. Timbulkan semangat baru!
Kelima; berdialog dengan orang yang dapat membantu Anda mengatasi kegagalan tersebut, saya menawarkan diri sebagai teman dialog, inilah nomor Hp. Saya; 08176956688.
Keenam; Hitunglah sejumlah kegagalan yang dialami, jika belum mencapai 9944 kali, maka jangan menyerah. ORANG YANG GAGAL IALAH ORANG YANG BERHENTI BERUSAHA.
Ketujuh; di samping rencana aksi utama, Anda harus menyusun beberapa rencana Alternatif. Sehingga saat rencana utama gagal, Anda mempunyai amunisi lain yakni rencana aksi alternatif. Dengan cara ini, Anda hakikatnya tidak gagal, melainkan sedang menjalankan rencana alternatif.
Kedelapan; Strategi mengatasi kegagalan penting yakni menempuh cara-cara baru, berpikir berbeda, dan melakukan semua kemungkinan yang ada (dengan cara yang baik tentunya).
Kesembilan; Jika Anda sudah benar-benar yakin bahwa yang dijalani tidak akan berhasil, SAATNYA ANDA MEMUTUSKAN BANTING STIR ATAU MENEMPUH JALAN BERBEDA.
Kesepuluh; Reinterpretasi makna kegagalan, Keberhasilan ialah melakukan apa yang kita mau, menjalani hidup apa adanya dan menikmati kehidupan yang dijalani. Keberhasilan dalam makna lama; Harta (Qorun paling kaya di muka bumi ditenggelamkan ke dalam pasir), Kekuasaan (Fir’aun tenggelam di lautan) Jabatan (Hamman Perdana Menteri Fir’aun, tenggelam di lautan), Popularitas (dikejar-kejar wartawan, hidup tanpa privacy), sudah tidak cocok dengan abad ini. Kecuali Anda manusia abad 20 yang hidup di abad 21.
Kesebelas; Bunuhlah hantu kegagalan dan hidupkan bayangan hari depan yang cerah dengan melewati kegagalan-kegagalan di masa lalu. Kuburkan bayangan-bayangan kegagalan sedalam-dalamnya agar Anda tidak trauma.
Ahmad Zamhari Hasan
06 Shafar 1431 H./22 Januari 2010
Selasa, 19 Januari 2010
Struggle Kunci sukses
STRUGGLE (DAYA JUANG)
Kunci Sukses Mencapai Cita-Cita
Ahmad Zamhari Hasan
Setiap orang memiliki cita-cita besar dalam hidupnya, namun hanya sedikit orang yang mampu mencapai cita-cita ideal yang ingin diraih. Untuk itu, kita perlu melakukan penyelidikan terhadap Tokoh-Tokoh Besar yang telah berhasil meraih kesuksesan dan melakukan rencana aksi agar meraih kesuksesan juga.
Thomas Alfa Edison hanya mengenyam pendidikan formal sebentar, tapi ibunya mengajarinya cara belajar yang menyenangkan selama 3 bulan. Setelah itu, dirinya belajar sendiri (Belajar Otodidak) tentang berbagai hal, khususnya di bidang teknik listrik. Berulangkali dia melakukan percobaan, kegagalan demi kegagalan dialaminya. Hal ini terjadi sampai percobaan yang ke 9944, tapi dia benar-benar Struggle dalam menghadapinya, sehingga keberhasilan datang dalam percobaan yang ke 9945. Hasilnya, dia mendapatkan 1033 Hak Paten, 7 turunan kaya raya.
Prof. Dr. BJ. Habibie, hidup dalam ruang sempit di tempat kosnya di Jerman -saat Kuliah di sana- tanpa AC dan penghangat ruangan, wajar jika kemudian terserang penyakit TBC. Ini berarti Habibie Struggle (memiliki daya juang luar biasa), di sampai kecerdasannya yang di atas rata-rata.
Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat kuliah di UIN Ciputat sambil mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an secara ikhlas, tapi justru dia mendapatkan bayaran (walau tidak seberapa). Namun dari sinilah timbul ilham “semut tidak akan mati di tempat gula,” sehingga dia kuliah sambil bekerja. Inilah contoh Struggle yang bisa ditiru.
Hamka yang kemudian mendapatkan gelar Prof. Dr. tanpa Kuliah Formal, namun belajar otodidak seumur hidup. Dia belajar dari satu surau ke surau lain di waktu kecil dan remaja, belajar pada ayahnya, dan mendatangi orang-orang alim di masanya. Lalu, dia belajar sendiri, sehingga menguasai bermacam-macam ilmu, mulai dari Timur sampai Barat. Hamka sangat Struggle untuk terus belajar dalam ketidakmampuannya untuk kuliah.
Fauzi Sholeh hanya sekolah sampai SMP, tapi dia sangat Struggle. Apa saja yang halal dikerjakannya seperti menyemir, menjadi Satpam dan pekerjaan lainnya. Suatu waktu, dia memiliki uang yang dibelikannya sebidang tanah dan membangun rumah di atasnya. Setiap minggu sekali bersama para pekerjanya dia mengaji Yasien sebagai bentuk Tawakkal pada Allah. Inilah cikal bakal bisnis perumahan yang digelutinya kemudian. Lihatlah perumahan Pesona Kahyangan dan Pesona Depok! Saat berhasil, dia sangat dermawan sekali yakni menyumbang 70 milyar dalam empat tahun. Wujud ibadah spiritual dan sosial dengan penuh keyakinan pada Allah.
Dr. Basuki menjalankan kuliah sambil berjualan koran (Loper koran). Hal ini berlangsung tahunan, tapi dia menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Seorang mahasiswa UGM kuliah sambil menarik becak, tapi akhirnya gelar Dr. diraihnya. Inilah contoh Struggle sejati dalam meraih cita-cita.
Walt Disney bermimpi memiliki taman bermain yang nyaman, enak dan menarik untuk anak-anak. Lewat perjuangan yang panjang, akhirnya dia dapat mewujudkannya dalam kenyataan. Kini bukan hanya satu Disney Land, tapi banyak Disney Land di dunia karena banyak Negara yang menirunya dengan Hak Paten.
Ketika Komputer dimonopoli IBM yang digunakan perusahaan-perusahaan, tapi Bill Gates berpikir satu komputer dalam satu rumah dan bagaimana membuat software pendukung. Setelah berjuang bertahun-tahun di balik garasi, lahirlah software-sofware yang mengguncang dunia. Bill Gates Struggle dan mampu berpikir dengan cara berbeda.
Apa yang bisa dipetik dari tokoh-tokoh di atas? Apa yang harus Anda lakukan? Bagaimana dengan Anda?
Pertama; Struggle merupakan kunci sukses mereka. Artinya, kalau Anda ingin berhasil, syarat pertama dan utama ialah memiliki daya juang yang luar biasa. Struggle diwujudkan dengan bekerja sambil kuliah, hidup sederhana, mendiami tempat yang seperti apa pun, bekerja apa saja asal halal, memanfaatkan waktu selama 14 jam tiap hari secara produktif, tidak mengenal kata menyerah, terus berusaha sampai meninggal, dan memiliki mental tahan banting.
Kedua; menjadikan keterbatasan sebagai potensi seperti Hamka yang tidak bisa kuliah formal, tapi berhasil Belajar Otodidak. Kegagalan dijadikan umpan balik untuk meraih kesuksesan seperti Thomas Alfa Edison.
Ketiga; membaca situasi dan kondisi dengan cerdas seperti Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat yang memiliki keahlian mengajar (beliau dari pesantren) dan menerapkannya di TPA secara ikhlas.
Keempat; bekerja apa saja asal halal, jangan jadikan latar belakang pendidikan atau gelar sarjana sebagai keterbatasan untuk bekerja seperti Dr. Basuki yang kuliah sambil menjadi Loper Koran.
Kelima; hidup hemat, sederhana dan menabung sedikit demi sedikit, inilah wujud “Berakit-raki ke hulu, berenang-renang ke tepian” (Bersakit-sakit/bersusah-susah di waktu muda, maka menikmatinya di hari tua).
Keenam; berani bermimpi besar atau tinggi, tapi berusaha sekuat tenaga guna mewujudkannya. Jika hanya mimpi besar, tapi usaha kecil, tentu tidak akan berhasil. Namun usaha yang besar dan penuh kegigihan, insya Allah berhasil.
Ketujuh; manusia berusaha, Allah yang menentukan. Manusia perlu bertawakkal dengan benar; shalat 5 waktu karena butuh, shalat sunnah Dhuha, Hajat dan Tahajjud, mengaji waqi’ah 3X, istigfar 100X dan shalawat 10X tiap hari. Tentu saat bulan Ramahdan berpuasa selama sebulan dan menunaikan zakat Fitrah. Jika mampu, puasa Senin-Kamis (dibanding kelaparan, lebih baik puasa). Jadi, Tawakkal dalam Islam bukan pasrah dalam arti pasif, tapi aktif yakni melakukan ibadah spiritual dan sosial dengan penuh keyakinan karena Allah. Inilah rahasia sukses Hamka, Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat, dan Prof. Dr. BJ. Habibie.
Kedelapan; Setiap orang hakikatnya cerdas, tapi berhubung pemanfaatan anugerah kecerdasan setiap orang tidak sama, maka ada yang dianggap sangat jenius, cerdas, biasa dan bodoh. Gunakanlah otak Anda untuk berpikir minimal 2 jam setiap hari. Apa yang dipikirkan? Sunnatullah atau hukum alam kata orang Barat, kehidupan, manusia, kenyataan, pengalaman, apa yang dilakukan dalam satu hari, literatur (buku/ebook), dan belajar seumur hidup.
Tips Sederhana Untuk Sukses
JANGAN MEMBACA TULISAN INI, JIKA TIDAK BERKOMITMEN UNTUK MEMPRAKTIKKAN.
Inilah 7 Value in living (BPKM SB2) yang harus menyatu dalam diri seseorang untuk sukses!
1. Belajar Otodidak Seumur Hidup
2. Proses dan Hasil; proses berlangsung tahunan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh , hasil ditunjukkan dengan nilai tinggi, penguasaan ilmu yang terbukti, dan jelas di depan mata. (Struggle)
3. Kerja Sama; bekerja sama saling menguntungkan dengan siapa saja
4. Mandiri; bekerja apa saja asal halal (Struggle)
5. Semangat Pantang Menyerah; Thomas Alfa Edisan gagal 9944 kali, tapi tidak ada kata menyerah, begitu berhasil di langkah 9945, dia memiliki 1033 hak paten; 7 turunan kaya, sayang bukan Muslim, sehingga tempatnya Neraka. Jika kamu hanya gagal 100 kali, teruslah berusaha, apalagi cuman gagal satu, dua dan tiga kali.
6. Beriman Penuh Keyakinan; bahasa lain Kecerdasan Spritual. Orang barat ramai-ramai mengembangkan Kecerdasan Spritual guna menjalani hidup dalam abad ketidakpastian ini. Maka, umat Islam seharusnya memupuk iman mereka sedikit-demi sedikit menuju kesempurnaan iman; inilah hakikan Kecerdasan Srpitual.
7. Bahagia Dunia dan Akhirat; jika hanya sukses di dunia, tapi di akhirat justru disiksa/tidak bahagia, apalah gunanya. Makanya dalam merintis jalan kesuksesan; memulai dengan cara yang baik, berusaha dengan baik, menjalani proses dengan baik, dan berhasil dengan baik pula. Wujudkan “Rabbanaa aatina fid dun ya hasanah wafil aakhiroti khasanah Faqina adzaaban naar!”(Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kebaikan/ kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta selamatkanlah kami dari api Neraka) dalam kenyataan = Usaha dan tawakkal “Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah” (Jika kamu membulatkan tekad, maka bertawakkallah pada Allah.
Berikut ini Tips sederhana belajar seumur hidup dan tips sederhana mencapai cita-cita adalah dua bekal utama untuk sukses. Siapa saja yang berusaha mempraktikkan keduanya, insya Allah berhasil di dunia dan bahagia di akhirat.
I. Tips sederhana dalam belajar seumur hidup
1. Membaca 10 menit setelah pulang kuliah dan bangun tidur;
a. Membaca cepat
b. Mengingat yang penting saja
c. Konsisten
2. Menyediakan waktu 2 jam setiap hari untuk belajar;
a. Membaca buku, keadaan, lingkungan dan kehidupan sehari-hari
b. Menulis apa yang ada di benak tanpa terjebak ilmiah atau bukan
c. Mempraktikkan apa yang diketahui
d. Mengajar/memberikan nasihat atau berbagi ilmu pada siapa saja
3. Menyenangi semua hal yang dipelajari
4. Menyukai semua pendidik/dosen agar dapat barokahnya
5. Membuat suasana dan tempat belajar yang baik
II. Tips Mencapai Cita-Cita
1. Menulis cita-cita yang ingin diraih;
a. Cita-cita terbesar dalam hidup; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
b. Cita-cita middle/sedang; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
c. Cita-cita biasa; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
2. Meniti Tangga Sekolah sampai berhasil melalui; Akademis dan Belajar Otodidak;
a. Jika kuliah berusaha sampai meraih gelar Doktor, seandainya tidak punya; ajukan beasiswa pada; Pemerintah Kabupaten dan Profinsi dengan menunjukkan sejumlah piagam/prestasi, Sampoerna Foundation dan Yayasan Sosial. Mintalah Tanda tangan dari Tokoh masyarakat paling berpengaruh di sana; Habib, pejabat atau anggota Dewan.
b. Jika Belajar Otodidak melalui KAO harus sampai tuntas. Berusahalah melakukan keduanya; Kuliah Formal dan mengikuti KAO.
3. Melakukan hal-hal kecil yang bernilai besar;
a) Melaksanakan tips belajar sederhana di atas secara konsisten
b) Menjalankan ibadah spiritual; shalat 5 waktu, ditambah Hajat, Tahajjud, Dhuha (walau hanya 2 raka’at, tapi istiqamah) dan mengaji Waqi’ah 3X setiap hari. Inilah bentuk tawakkal, sedang langkah-langkah di atas sebagai Usaha. Usaha dan tawakkal = Jaminan kesuksesan; “Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah” artinya “Jika kamu membulatkan tekad (akumulasi usaha), bertawakkallah pada Allah.”
c) Membantu orang lain sesuai kemampuan atau bersedekah; Sedekah terbukti melariskan perdagangan dalam bisnis dan membantu kesuksesan dalam hidup.
4. Bekerja apa saja asal halal tanpa memilah-milih pekerjaan; inilah tangga sesungguhnya menuju Pekerjaan yang benar-benar ingin ditekuni di masa depan. Jika orang tua atau keluarga memiliki usaha, bantulah mereka dengan tujuan bekerja sambil belajar/manfaatkan teori-teori yang dipelajari dalam praktik langsung.
5. Menjalani hidup sederhana dan apa adanya; teman saya Dr. Agus Wedi Malang berasal dari keluarga miskin, tapi karena hidup apa adanya; kos-kosan sempit, makan sederhana, berpakaian sederhana, dan menjalani hidup dengan keteguhan hati meski pernah menjadi Kernet angkot untuk menyambung hidup. Ibadah spritualnya (tawakkal) sangat bagus beriringan dengan kebulatan tekad. Hasilnya; Wisuda Dr. tinggal di depan mata.
6. Memiliki tabungan walau sedikit demi sedikit;
a. Simpanlah uang receh dan uang seribuan dalam celengan khusus.
b. Memiliki tabungan walau isinya Rp. 50.000,- di Bank Syariah, ini hanya awal
c. Hasil pekerjaan, sebagian ditabung, sebagian untuk kebutuhan pendidikan.
d. Dari tabungan celengan uang receh menuju Tabungan Bank
e. Orang sukses yang saya pelajari, menabung minimal 10% dari hasil usaha.
Kunci Sukses Mencapai Cita-Cita
Ahmad Zamhari Hasan
Setiap orang memiliki cita-cita besar dalam hidupnya, namun hanya sedikit orang yang mampu mencapai cita-cita ideal yang ingin diraih. Untuk itu, kita perlu melakukan penyelidikan terhadap Tokoh-Tokoh Besar yang telah berhasil meraih kesuksesan dan melakukan rencana aksi agar meraih kesuksesan juga.
Thomas Alfa Edison hanya mengenyam pendidikan formal sebentar, tapi ibunya mengajarinya cara belajar yang menyenangkan selama 3 bulan. Setelah itu, dirinya belajar sendiri (Belajar Otodidak) tentang berbagai hal, khususnya di bidang teknik listrik. Berulangkali dia melakukan percobaan, kegagalan demi kegagalan dialaminya. Hal ini terjadi sampai percobaan yang ke 9944, tapi dia benar-benar Struggle dalam menghadapinya, sehingga keberhasilan datang dalam percobaan yang ke 9945. Hasilnya, dia mendapatkan 1033 Hak Paten, 7 turunan kaya raya.
Prof. Dr. BJ. Habibie, hidup dalam ruang sempit di tempat kosnya di Jerman -saat Kuliah di sana- tanpa AC dan penghangat ruangan, wajar jika kemudian terserang penyakit TBC. Ini berarti Habibie Struggle (memiliki daya juang luar biasa), di sampai kecerdasannya yang di atas rata-rata.
Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat kuliah di UIN Ciputat sambil mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an secara ikhlas, tapi justru dia mendapatkan bayaran (walau tidak seberapa). Namun dari sinilah timbul ilham “semut tidak akan mati di tempat gula,” sehingga dia kuliah sambil bekerja. Inilah contoh Struggle yang bisa ditiru.
Hamka yang kemudian mendapatkan gelar Prof. Dr. tanpa Kuliah Formal, namun belajar otodidak seumur hidup. Dia belajar dari satu surau ke surau lain di waktu kecil dan remaja, belajar pada ayahnya, dan mendatangi orang-orang alim di masanya. Lalu, dia belajar sendiri, sehingga menguasai bermacam-macam ilmu, mulai dari Timur sampai Barat. Hamka sangat Struggle untuk terus belajar dalam ketidakmampuannya untuk kuliah.
Fauzi Sholeh hanya sekolah sampai SMP, tapi dia sangat Struggle. Apa saja yang halal dikerjakannya seperti menyemir, menjadi Satpam dan pekerjaan lainnya. Suatu waktu, dia memiliki uang yang dibelikannya sebidang tanah dan membangun rumah di atasnya. Setiap minggu sekali bersama para pekerjanya dia mengaji Yasien sebagai bentuk Tawakkal pada Allah. Inilah cikal bakal bisnis perumahan yang digelutinya kemudian. Lihatlah perumahan Pesona Kahyangan dan Pesona Depok! Saat berhasil, dia sangat dermawan sekali yakni menyumbang 70 milyar dalam empat tahun. Wujud ibadah spiritual dan sosial dengan penuh keyakinan pada Allah.
Dr. Basuki menjalankan kuliah sambil berjualan koran (Loper koran). Hal ini berlangsung tahunan, tapi dia menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Seorang mahasiswa UGM kuliah sambil menarik becak, tapi akhirnya gelar Dr. diraihnya. Inilah contoh Struggle sejati dalam meraih cita-cita.
Walt Disney bermimpi memiliki taman bermain yang nyaman, enak dan menarik untuk anak-anak. Lewat perjuangan yang panjang, akhirnya dia dapat mewujudkannya dalam kenyataan. Kini bukan hanya satu Disney Land, tapi banyak Disney Land di dunia karena banyak Negara yang menirunya dengan Hak Paten.
Ketika Komputer dimonopoli IBM yang digunakan perusahaan-perusahaan, tapi Bill Gates berpikir satu komputer dalam satu rumah dan bagaimana membuat software pendukung. Setelah berjuang bertahun-tahun di balik garasi, lahirlah software-sofware yang mengguncang dunia. Bill Gates Struggle dan mampu berpikir dengan cara berbeda.
Apa yang bisa dipetik dari tokoh-tokoh di atas? Apa yang harus Anda lakukan? Bagaimana dengan Anda?
Pertama; Struggle merupakan kunci sukses mereka. Artinya, kalau Anda ingin berhasil, syarat pertama dan utama ialah memiliki daya juang yang luar biasa. Struggle diwujudkan dengan bekerja sambil kuliah, hidup sederhana, mendiami tempat yang seperti apa pun, bekerja apa saja asal halal, memanfaatkan waktu selama 14 jam tiap hari secara produktif, tidak mengenal kata menyerah, terus berusaha sampai meninggal, dan memiliki mental tahan banting.
Kedua; menjadikan keterbatasan sebagai potensi seperti Hamka yang tidak bisa kuliah formal, tapi berhasil Belajar Otodidak. Kegagalan dijadikan umpan balik untuk meraih kesuksesan seperti Thomas Alfa Edison.
Ketiga; membaca situasi dan kondisi dengan cerdas seperti Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat yang memiliki keahlian mengajar (beliau dari pesantren) dan menerapkannya di TPA secara ikhlas.
Keempat; bekerja apa saja asal halal, jangan jadikan latar belakang pendidikan atau gelar sarjana sebagai keterbatasan untuk bekerja seperti Dr. Basuki yang kuliah sambil menjadi Loper Koran.
Kelima; hidup hemat, sederhana dan menabung sedikit demi sedikit, inilah wujud “Berakit-raki ke hulu, berenang-renang ke tepian” (Bersakit-sakit/bersusah-susah di waktu muda, maka menikmatinya di hari tua).
Keenam; berani bermimpi besar atau tinggi, tapi berusaha sekuat tenaga guna mewujudkannya. Jika hanya mimpi besar, tapi usaha kecil, tentu tidak akan berhasil. Namun usaha yang besar dan penuh kegigihan, insya Allah berhasil.
Ketujuh; manusia berusaha, Allah yang menentukan. Manusia perlu bertawakkal dengan benar; shalat 5 waktu karena butuh, shalat sunnah Dhuha, Hajat dan Tahajjud, mengaji waqi’ah 3X, istigfar 100X dan shalawat 10X tiap hari. Tentu saat bulan Ramahdan berpuasa selama sebulan dan menunaikan zakat Fitrah. Jika mampu, puasa Senin-Kamis (dibanding kelaparan, lebih baik puasa). Jadi, Tawakkal dalam Islam bukan pasrah dalam arti pasif, tapi aktif yakni melakukan ibadah spiritual dan sosial dengan penuh keyakinan karena Allah. Inilah rahasia sukses Hamka, Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat, dan Prof. Dr. BJ. Habibie.
Kedelapan; Setiap orang hakikatnya cerdas, tapi berhubung pemanfaatan anugerah kecerdasan setiap orang tidak sama, maka ada yang dianggap sangat jenius, cerdas, biasa dan bodoh. Gunakanlah otak Anda untuk berpikir minimal 2 jam setiap hari. Apa yang dipikirkan? Sunnatullah atau hukum alam kata orang Barat, kehidupan, manusia, kenyataan, pengalaman, apa yang dilakukan dalam satu hari, literatur (buku/ebook), dan belajar seumur hidup.
Tips Sederhana Untuk Sukses
JANGAN MEMBACA TULISAN INI, JIKA TIDAK BERKOMITMEN UNTUK MEMPRAKTIKKAN.
Inilah 7 Value in living (BPKM SB2) yang harus menyatu dalam diri seseorang untuk sukses!
1. Belajar Otodidak Seumur Hidup
2. Proses dan Hasil; proses berlangsung tahunan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh , hasil ditunjukkan dengan nilai tinggi, penguasaan ilmu yang terbukti, dan jelas di depan mata. (Struggle)
3. Kerja Sama; bekerja sama saling menguntungkan dengan siapa saja
4. Mandiri; bekerja apa saja asal halal (Struggle)
5. Semangat Pantang Menyerah; Thomas Alfa Edisan gagal 9944 kali, tapi tidak ada kata menyerah, begitu berhasil di langkah 9945, dia memiliki 1033 hak paten; 7 turunan kaya, sayang bukan Muslim, sehingga tempatnya Neraka. Jika kamu hanya gagal 100 kali, teruslah berusaha, apalagi cuman gagal satu, dua dan tiga kali.
6. Beriman Penuh Keyakinan; bahasa lain Kecerdasan Spritual. Orang barat ramai-ramai mengembangkan Kecerdasan Spritual guna menjalani hidup dalam abad ketidakpastian ini. Maka, umat Islam seharusnya memupuk iman mereka sedikit-demi sedikit menuju kesempurnaan iman; inilah hakikan Kecerdasan Srpitual.
7. Bahagia Dunia dan Akhirat; jika hanya sukses di dunia, tapi di akhirat justru disiksa/tidak bahagia, apalah gunanya. Makanya dalam merintis jalan kesuksesan; memulai dengan cara yang baik, berusaha dengan baik, menjalani proses dengan baik, dan berhasil dengan baik pula. Wujudkan “Rabbanaa aatina fid dun ya hasanah wafil aakhiroti khasanah Faqina adzaaban naar!”(Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kebaikan/ kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta selamatkanlah kami dari api Neraka) dalam kenyataan = Usaha dan tawakkal “Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah” (Jika kamu membulatkan tekad
Berikut ini Tips sederhana belajar seumur hidup dan tips sederhana mencapai cita-cita adalah dua bekal utama untuk sukses. Siapa saja yang berusaha mempraktikkan keduanya, insya Allah berhasil di dunia dan bahagia di akhirat.
I. Tips sederhana dalam belajar seumur hidup
1. Membaca 10 menit setelah pulang kuliah dan bangun tidur;
a. Membaca cepat
b. Mengingat yang penting saja
c. Konsisten
2. Menyediakan waktu 2 jam setiap hari untuk belajar;
a. Membaca buku, keadaan, lingkungan dan kehidupan sehari-hari
b. Menulis apa yang ada di benak tanpa terjebak ilmiah atau bukan
c. Mempraktikkan apa yang diketahui
d. Mengajar/memberikan nasihat atau berbagi ilmu pada siapa saja
3. Menyenangi semua hal yang dipelajari
4. Menyukai semua pendidik/dosen agar dapat barokahnya
5. Membuat suasana dan tempat belajar yang baik
II. Tips Mencapai Cita-Cita
1. Menulis cita-cita yang ingin diraih;
a. Cita-cita terbesar dalam hidup; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
b. Cita-cita middle/sedang; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
c. Cita-cita biasa; rumusan rencana harian, bulanan, dan tahunan berikut goal-goal yang ingin dicapai.
2. Meniti Tangga Sekolah sampai berhasil melalui; Akademis dan Belajar Otodidak;
a. Jika kuliah berusaha sampai meraih gelar Doktor, seandainya tidak punya; ajukan beasiswa pada; Pemerintah Kabupaten dan Profinsi dengan menunjukkan sejumlah piagam/prestasi, Sampoerna Foundation dan Yayasan Sosial. Mintalah Tanda tangan dari Tokoh masyarakat paling berpengaruh di sana; Habib, pejabat atau anggota Dewan.
b. Jika Belajar Otodidak melalui KAO harus sampai tuntas. Berusahalah melakukan keduanya; Kuliah Formal dan mengikuti KAO.
3. Melakukan hal-hal kecil yang bernilai besar;
a) Melaksanakan tips belajar sederhana di atas secara konsisten
b) Menjalankan ibadah spiritual; shalat 5 waktu, ditambah Hajat, Tahajjud, Dhuha (walau hanya 2 raka’at, tapi istiqamah) dan mengaji Waqi’ah 3X setiap hari. Inilah bentuk tawakkal, sedang langkah-langkah di atas sebagai Usaha. Usaha dan tawakkal = Jaminan kesuksesan; “Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah” artinya “Jika kamu membulatkan tekad (akumulasi usaha), bertawakkallah pada Allah.”
c) Membantu orang lain sesuai kemampuan atau bersedekah; Sedekah terbukti melariskan perdagangan dalam bisnis dan membantu kesuksesan dalam hidup.
4. Bekerja apa saja asal halal tanpa memilah-milih pekerjaan; inilah tangga sesungguhnya menuju Pekerjaan yang benar-benar ingin ditekuni di masa depan. Jika orang tua atau keluarga memiliki usaha, bantulah mereka dengan tujuan bekerja sambil belajar/manfaatkan teori-teori yang dipelajari dalam praktik langsung.
5. Menjalani hidup sederhana dan apa adanya; teman saya Dr. Agus Wedi Malang berasal dari keluarga miskin, tapi karena hidup apa adanya; kos-kosan sempit, makan sederhana, berpakaian sederhana, dan menjalani hidup dengan keteguhan hati meski pernah menjadi Kernet angkot untuk menyambung hidup. Ibadah spritualnya (tawakkal) sangat bagus beriringan dengan kebulatan tekad. Hasilnya; Wisuda Dr. tinggal di depan mata.
6. Memiliki tabungan walau sedikit demi sedikit;
a. Simpanlah uang receh dan uang seribuan dalam celengan khusus.
b. Memiliki tabungan walau isinya Rp. 50.000,- di Bank Syariah, ini hanya awal
c. Hasil pekerjaan, sebagian ditabung, sebagian untuk kebutuhan pendidikan.
d. Dari tabungan celengan uang receh menuju Tabungan Bank
e. Orang sukses yang saya pelajari, menabung minimal 10% dari hasil usaha.
Sabtu, 16 Januari 2010
CERITA HIKMAH MENGGETARKAN HATI
Bisnis Paling Menguntungkan
Ketika Shuhaib pergi menyusul Nabi saw untuk berhijrah, ada beberapa orang quraisy yang membuntutinya. Mereka berkata kepada Shuhaib, "Dulu kau datang kepada kami dalam keadaan tidak punya apa-apa, kemudian kau hidup bersama kami dan mendapatkan harta yang banyak dan kau menjadi orang seperti sekarang ini. Tahu-tahu kau ingin keluar dengan membawa semua hartamu? Demi Allah, hal itu tidak akan pernah terjadi." Lalu Shuhaib turun dari tunggangannya, dikeluarkannya anak panah dari tempatnya, seraya berkata, "Wahai kaum Quraisy, kalian sudah tahu bahwa aku termasuk orang paling pandai memanah diantara kalian. Demi Allah, kalian tidak akan menyentuhku kecuali akan aku bidik dengan semua anak panahku, kemudian aku akan menebas dengan pedangku ini selama dia berada ditanganku. Ayo lakukan apa yang kalian inginkan!" Akan tetapi Shuhaib setelah itu berkata, " Bagaimana bila aku tinggalkan semua hartaku untuk kalian, apakah kalian akan membiarkan aku pergi?" Mereka menjawab, "Ya." Maka Shuhaib meninggalkan semua hartanya untuk mereka. Dan ketika sampai ke hadapan Rasulullah saw, di Madinah beliau bersabda, "Telah beruntung perniagaanmu hai Abu Yahya. Telah beruntung perniagaanmu hai Abu Yahya." Dan turunlah firman Allah SWT, "Dan diantara manusia itu ada seorang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah." (QS. Al-Baqarah:207).
Ilmu Lebih Baik dan Bermanfaat dari Harta
Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya."
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat.
Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami."
Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?"
"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda, dan terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama.
"Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali.
Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?"
"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya," jawab Khalifah Ali.
Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua.
Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya."
Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang."
Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap."
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia."
Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya."
Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya."
Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si 'Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil."
Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur."
Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.
Menangis Karena Allah
Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."
Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.
Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu."
Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah SWT Malaikat Jibril A.S mengumumkan, “telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut."
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menggerunkan, semua umat menjadi berlutut karena kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28)
Sebaik saja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyalaan apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara nyalaan api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku” (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, "Umatku, umatku."
Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."
Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W"
Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. "Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.
Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. "Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah SWT Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah SWT
Telah bersabda Rasulullah S.A.W, "Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."
Pemimpin Sejati
Saiyidina Umar yang dilantik sebagai khalifah selepas kematian Saiyidina Abu Bakar. Saiyidina Umar sangat mengambil berat tentang kebajikan rakyatnya. Pada suatu malam sedang dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat hal rakyatnya, dia terdengar tangisan kanak-kanak. Saiyidina Umar menghampiri pondok buruk tempat tinggalnya anak-anak itu. Dia mendengar ibunya menjerang sesuatu. Anak-anaktadi senyap seketika apabila melihat ibunya sedang memasak. Namun masakannya tidak siap-siap sehinggalah anaknya tertidur dalam kelaparan. Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Saidinia Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak sedar bahwa tamu itu ialah Saiyidina Umar. Saiyidina Umar bertanya tentang hal kehidupan wanita itu. Wanita itu mengadu yang dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan. Apabila anaknya menangis hendakkan makanan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa ketul batu ke dalam periuk. Melihat keadaan itu, anaknya diam sebentar kerana menyangka ibunya memasak sesuatu. Wanita itu mengadu dan mengutuk Khalifah Saiyidina Umar kerana tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Mendengar kutukan wanita itu, Saiyidina Umar terdiam sejenak. Sebentar kemudian, dia memohon diri meninggalkan keluarga wanita itu. Dalam kegelapan malam, Saiyidina Umar terus menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri beberapa pundi gandum untuk dihantar ke rumah wanita itu. Sebaik sampai di rumah wanita itu, Saiyidina Umar memberi salam dan masuk ke rumahnya buat kali kedua. Dia mengambil gandum dari pundi lalu terus memasakkan untuk wanita dan anaknya. Wanita itu masih tidak sedar bahwaorang yang datang membawa gandum dan memasak itu ialah khalifah sendiri. Setelah siap, Saiyidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk wanita dan anaknya. Melihat mereka gembira mengadap makanan, Saiyidina Umar berasa amat senang hati dan beredar dari situ. "Kalaulah Saiyidina Umar buat begini, alangkah baiknya....," kata wanita itu tanpa menyedari orang yang berada di hadapannya ialah Saiyidina Umar sendiri.
Fadhilah Ayat Kursi
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."
Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"
Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."
Umat-umat dahulu hanya sedikit saja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.
Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah ditearngkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di samping itu kita diberi pahala.
Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.
Hadiah Kesabaran
Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata : "Anak laki-laki Abu Thalhah dari Ummu Salamah meninggal dunia. Maka isterinya berkata kepada keluarganya, 'Jangan kalian beritakan kepada Abu Thalhah tentang kematiannya, sampai aku sendiri yang mengabarkannya!' Anas bin Malik berkata, 'Abu Thalhah datang dan dihidangkan kepadanya makan malam, maka ia pun makan dan minum', Anas berkata, 'Sang isteri kemudian berdandan indah bahkan lebih indah dari waktu-waktu yang sebelumnya. Setelah dia merasa bahwa Abu Thalhah telah kenyang dan puas dengan pelayanannya, sang isteri bertanya, 'Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu tentang suatu kaum yang meminjamkan sesuatu kepada sebuah keluarga, lalu mereka mengambil barang yang dipinjamkannya, apakah mereka berhak menolaknya?' Ia berkata, 'Tidak (berhak)!' 'Jika demikian, maka mintalah pahalanya kepada Allah tentang puteramu (yang telah diambilnya kembali)!, kata sang isteri. Suaminya menyergah, 'Engkau biarkan akau, sehingga aku tidak mengetahui apa-apa, lalu engkau beritakan tentang (kematian) anakku?' Setelah itu, ia berangkat mendatangi Rasulullah SAW lalu ia ceritakan apa yang telah terjadi. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Semoga Allah memberkahi kalian berdua tadi malam'. Anas berkata, 'Lalu isterinya mengandung dan melahirkan seorang anak. Kemudian Abu Thalhah berkata kepadaku, 'Bawalah dia kepada Nabi SAW'. Lalu aku bawakan untuknya beberapa buah kurma. Nabi SAW lalu mengambil anak itu seraya berkata, 'Apakah dia membawa sesuatu?' Mereka berkata, 'Ya, beberapa buah kurma', Nabi SAW kemudian mengambilnya dan mengunyahnya, lalu diambilnya dari mulutnya, kemudian diletakkannya di mulut bayi itu dan beliau menggosok-gosokkannya pada langit-langit mulut bayi tiu, dan beliau menamainya Abdullah." (HR. Al-Bukhari, 9/587 dalam Al-Aqiqah, Muslim no. 2144).
Dalam riwayat Al-Bukhari, Sufyan bin Uyainah berkata : "Seorang laki-laki dari shahabat Anshar berkata, 'Aku melihat mereka memiliki sembilan anak. Semuanya telah hafal Al-Qur'an, yakni dari anak-anak Abdullah, yang dilahirkan dari persetubuhan malam itu, yaitu malam wafatnya anak yang pertama, yaitu Abu Umair yang Nabi SAW mencandainya seraya berkata, 'Hai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan anak burung pipit?''
Bertobat dari Maksiat, Berbuah Surga
Dari Ibnu Umar r.a. berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Adalah Dzulkifli tidak pernah menahan diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Suatu saat datanglah kepadanya seorang wanita, lalu Dzulkifli memberikan kepadanya uang sebesar enam puluh dinar dengan syarat dia boleh menggaulinya. Saat dia duduk seperti posisi seorang laki-laki di atas isterinya, si wanita tadi gemetar dan menangis? Apakah kau merasa aku memaksamu? Jawab si wanita, tidak. Akan tetapi perbuatan ini belum pernah aku lakukan, dan yang mendorongku melakukanya tak lain adalah tekanan ekonomi. Dzulkifli berkata, 'Kau akan melakukanya sementara sebelumnya tidak pernah? Sekarang pergilah engaku dan ambilah uang dinar itu untukmu.' Kemudian Dzulkifli bersumpah, 'Demi Allah, mulai sekarang Dzulkifli tidak akan pernah lagi bermaksiat kepada Allah selamanya!'. Malam harinya Dzulkifli meninggal dunia, dan pada pagi hari terdapat tulisan di pintu rumahnya; 'Sungguh Allah telah mengampuni Dzulkifli'."
Ahli Surga
Disarikan dari hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa'i, Anas bin Malik
Anas bercerita, "Pada suatu hari kamu duduk bersama Rasulullah SAW., kemudian beliau bersabda, "Sebentar lagi akan muncul dihadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga." Tiba-tiba muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri." Hal terjadi tiga kali.
Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a tinggal bersama lelaki Ansyar selama 3 hari.
Inilah amalan ahli surga, "Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada diriku niat yang buruk terhadap kaum Muslim, dan aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka." Lalu Abdullah bin Amr berkata, "Beginilah bersihnya hatimu dari perasaan jelek dari kaum Muslim, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan engkau sampai ke tempat yang terpuji itu. Inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan.”
Wajah Bercahaya sampai Akhir hayat
Al-Kandahlawi menceritakan suatu hadis tentang sahabat Nabi yang bernama Abu Dujanah. Ketika Abu Dujanah sakit keras, sahabat yang lain berkunjung kepadanya.
Tetapi menakjubkan, walaupun wajahnya pucat pasi, Abu Dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan pada akhir hayatnya. Kemudian sahabatnya bertanya kepadanya, "Apa yang menyebabkan wajah Anda bersinar?" Abu Dujanah menjawab, "Ada amal yang tidak pernah kutinggalkan dalam hidup ini. Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu mengahadapi sesama kaum Muslim dengan hati yang bersih, yang oleh Al-Quran disebut qalbun salim".
“Pada hari itu tidak ada manfaatnya di hadapan Allah SWT, harta dan anak-anak kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih.” (QS 26:88-89).
Kekasih Allah
Rasulullah mengatakan bahwa berkat kehadiran mereka Allah menyelamatkan suatu masyarakat dari bencana. Karena merekalah Allah menurunkan hujan, karena merekalah Allah menumbuhkan tetanaman, dan karena merekalah Allah mengidupkan dan mematikan. Sehingga para sahabat bertanya kepada Rasulullah, "Apa maksudnya karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan?" Rasulullah menjawab : "Kalau mereka berdoa agar Allah memanjangkan usia seseorang, maka Allah panjangkan usianya. Kalau mereka berdoa agar orang zalim itu binasa, maka Allah binasakan mereka." Kemudian Rasulullah bersabda : "Orang ini mencapai kedudukan yang tinggi bukan karena banyak shalatnya, bukan karena banyak puasanya, bukan pula karena banyaknya ibadah hajinya, tetapi karena dua hal : yaitu memiliki sifat kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada sesama kaum Muslim”
Cara Meninggalkan Maksiat; “Jangan Berbohong!”
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya."
Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?"
"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.
Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."
Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.
"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :
"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga."
Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.
Hati-Hati Ahli Ibadah!
Seorang lelaki dikenal sangat giat beribadah. Sayangnya ia selalu membuat orang menjadi putus asa terhadap kasih sayang Allah. Hal itu dilakukan sampai ia menemukan ajalnya.
Dalam riwayat itu dikatakan, setelah lelaki itu mati lalu menuntut kepada Tuhan dari kekhusyukan ibadahnya selama di dunia, "Tuhanku, apakah kebahagiaanku di sisi-Mu?"
"Neraka," jawab Allah.
"Tuhan, lalu di mana balasan dari kerajinan ibadahku?" tanya lelaki itu keheranan.
"Bagaimana boleh. Di dunia engkau selalu membuat orang berputus asa terhadap kasih-sayang-Ku, maka hari ini Aku juga membuat engkau putus asa terhadap kasih sayang-Ku," jawab Allah.
Jaminan Allah
Dari Humaid bin Hilal, dari seorang pria, dia mengatakan, "Saya datang kepada Rasulullah saw, kemudian beliau memperlihatkan kepada saya sebuah rumah, seraya berkata, 'Ada seorang wanita yang dulu tinggal di sini, kemudian ikut berperang bersama kaum muslimin. Dia meninggalkan 12 ekor kambing dan sebuah alat tenun. Sepulangnya dari perang, dia kehilangan seekor kambing berikut alat tenunnya. Lalu dia berkata, 'Ya Rabb, sesungguhnya Engaku telah menjamin bagi orang yang keluar di jalan-Mu, bahwa Engkau akan menjaga barang kepunyaannya, Sekarang aku telah kehilangan seekor kambing dan alat tenunku. Aku mohon Engkau mengembalikan barang kepunyaanku itu.' Kemudian Rasulullah saw menceritakan bagaimana kuatnya permohonannya kepada Allah, dan ternyata di pagi harinya dia mendapatkan kembali kambingnya bersama seeokr lain, juga alat tenunnya, tidak hanya satu tetapi menjadi dua."
Iblis Saja, Pernah Mau Bertobat
Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa sesungguhnya Iblis telah datang berjumpa dengan Nabi Musa a.s. dengan berkata: "Wahai Musa, engkau adalah seorang yang telah diutus oleh Allah SWT dan Dia telah berkata-kata denganmu secara langsung." Kemudian Nabi Musa a.s. berkata: "Memang benar apa yang kamu katakan, kamu ini siapa dan apa yang kamu mahu dariku?" Lalu berkata Iblis: "Aku adalah Iblis! Wahai Musa aku mahu kamu tolong katakan kepada Tuhanmu bahawa seorang makhluk-Nya ingin minta taubat kepadaNya." Lalu Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah SWT dan menyampaikan apa yang diucap oleh Iblis, kemudian Allah SWT pun menurunkan wahyu yang bermaksud: "Wahai Musa, katakan padanya bahawa sesungguhnya Aku berkenan menerima permohonannya itu dengan syarat mestilah terlebih dahulu dia (Iblis) sujud di kubur Adam, kalau dia mahu sujud maka aku sedia mengampuni segala dosanya." Setelah Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah SWT maka Nabi Musa a.s. pun terus memberitahu Iblis tentang apa yang telah Allah perintahkan. Nabi Musa a.s. memberitahu segala perintah Allah SWT maka dengan sombong dan bongkak Iblis berkata: "Wahai Musa, aku tidak sujud pada Adam ketika ia hidup di syurga, bagaimana aku hendak sujud padanya sesudah dia mati." Begitulah sifat sombong Iblis yang tetap dengan kedegilannya, walaupun dia tahu bahawa api neraka itu akan memakannya tapi dia tetap tidak mahu beriman pada Allah SWT Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa sesungguhnya Allah SWT mengeluarkan Iblis dari neraka setiap 1000 tahun sekali, dan mengeluarkan Adam a.s. dari syurga, serta memerintahkan Iblis supaya sujud kepada Adam a.s. Disebabkan sikap angkuhnya dia tetap enggan sujud, maka dikembalikan Iblis ke dalam neraka.....
Buah Cinta Pada Nabi Muhammad SAW
Seorang hamba sahaya bernama Tsauban amat menyayangi dan merindui Nabi Muhammad saw. Sehari tidak berjumpa Nabi, dia rasakan seperti setahun. Kalau boleh dia hendak bersama Nabi setiap masa. Jika tidak bertemu Rasulullah, dia amat berasa sedih, murung dan seringkali menangis. Rasulullah juga demikian terhadap Tsauban. Baginda mengetahui betapa hebatnya kasihsayang Tsauban terhadap dirinya. Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah saw. Katanya "Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika dapat bertemu, barulah hatiku tenang dan bergembira sekali. Apabila memikirkan akhirat, hati saya bertambah cemas, takut-takut tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga yang tinggi, manakala saya belum tentu kemungkinan di syurga paling bawah atau paling membimbangkan tidak dimasukkan ke dalam syurga langsung. Ketika itu saya tentu tidak bersua muka denganmu lagi." Mendengar kata Tsauban, baginda amat terharu. Namun baginda tidak dapat berbuat apa-apa kerana itu urusan Allah. Setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw, bermaksud "Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka mereka itu nanti akan bersama mereka yang diberi nikmat oleh Allah iaitu para nabi, syuhada, orang-orang soleh dan mereka yang sebaik-baik teman." Mendengarkan jaminan Allah ini, Tsauban menjadi gembira semula.
Mencintai Orang Miskin Seperti Nabi Muhammad SAW
Sabda Rasulullah s.a.w.: "Kunci syurga ialah menyintai orang-orang miskin." Dalam hal ini Rasulullah telah menunjukkan contoh yang luar biasa. Pada suatu hari, setelah selesai sembahyang jemaah di masjid, baginda tergesa-gesa pulang ke rumah hingga sahabat-sahabat merasa hairan. Setibanya di rumah, baginda lalu menyuruh pembantunya memanggil orang-orang fakir dan miskin pada malam itu juga untuk dibahagikan wang. Sebenarnya sesudah sembahyang tadi terlintas dalam ingatan baginda yang ia masih menyimpan wang yang belum dibahagikan kepada orang yang berhak menerimanya. Suatu hari yang lain, baginda telah pergi ke pasar untuk membeli sehelai kain sambil membawa wang lapan dirham. Di tengah jalan baginda bertemu dengan seorang budak perempuan yang menangis. Dia tidak berani pulang kerana takut akan dimarahi oleh majikannya. Seketika itu juga Rasulullah memberikan kepadanya wang dua dirham, lalu berhentilah ia dari menangis. Dengan baki wang enam dirham baginda terus pergi ke pasar lalu membeli sehelai kain sarung dengan harga empat dirham. Semasa pulang baginda bertemu dengan seorang lelaki tua yang sudah koyak-koyak kain sarungnya, hingga nampak bahagian aurat. Tanpa memikirkan keperluannya baginda terus memberikan kain sarung yang baru dibelinya itu kepada orang tua tersebut. Kemudian baginda kembali ke pasar dengan wang yang masih ada. Baginda membeli kain sarung untuk dirinya sendiri yang tentu mutunya lebih rendah daripada kain sarung yang dihadiahkannya tadi.
Diolah dari berbagai sumber!
Ketika Shuhaib pergi menyusul Nabi saw untuk berhijrah, ada beberapa orang quraisy yang membuntutinya. Mereka berkata kepada Shuhaib, "Dulu kau datang kepada kami dalam keadaan tidak punya apa-apa, kemudian kau hidup bersama kami dan mendapatkan harta yang banyak dan kau menjadi orang seperti sekarang ini. Tahu-tahu kau ingin keluar dengan membawa semua hartamu? Demi Allah, hal itu tidak akan pernah terjadi." Lalu Shuhaib turun dari tunggangannya, dikeluarkannya anak panah dari tempatnya, seraya berkata, "Wahai kaum Quraisy, kalian sudah tahu bahwa aku termasuk orang paling pandai memanah diantara kalian. Demi Allah, kalian tidak akan menyentuhku kecuali akan aku bidik dengan semua anak panahku, kemudian aku akan menebas dengan pedangku ini selama dia berada ditanganku. Ayo lakukan apa yang kalian inginkan!" Akan tetapi Shuhaib setelah itu berkata, " Bagaimana bila aku tinggalkan semua hartaku untuk kalian, apakah kalian akan membiarkan aku pergi?" Mereka menjawab, "Ya." Maka Shuhaib meninggalkan semua hartanya untuk mereka. Dan ketika sampai ke hadapan Rasulullah saw, di Madinah beliau bersabda, "Telah beruntung perniagaanmu hai Abu Yahya. Telah beruntung perniagaanmu hai Abu Yahya." Dan turunlah firman Allah SWT, "Dan diantara manusia itu ada seorang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah." (QS. Al-Baqarah:207).
Ilmu Lebih Baik dan Bermanfaat dari Harta
Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya."
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat.
Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami."
Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?"
"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda, dan terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama.
"Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali.
Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?"
"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya," jawab Khalifah Ali.
Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua.
Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya."
Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang."
Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap."
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia."
Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya."
Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya."
Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si 'Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil."
Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur."
Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.
Menangis Karena Allah
Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."
Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.
Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu."
Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah SWT Malaikat Jibril A.S mengumumkan, “telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut."
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyalaan api yang sangat menggerunkan, semua umat menjadi berlutut karena kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28)
Sebaik saja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan nyalaan apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara nyalaan api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku” (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, "Umatku, umatku."
Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."
Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W"
Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. "Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.
Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. "Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah SWT Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah SWT
Telah bersabda Rasulullah S.A.W, "Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."
Pemimpin Sejati
Saiyidina Umar yang dilantik sebagai khalifah selepas kematian Saiyidina Abu Bakar. Saiyidina Umar sangat mengambil berat tentang kebajikan rakyatnya. Pada suatu malam sedang dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat hal rakyatnya, dia terdengar tangisan kanak-kanak. Saiyidina Umar menghampiri pondok buruk tempat tinggalnya anak-anak itu. Dia mendengar ibunya menjerang sesuatu. Anak-anaktadi senyap seketika apabila melihat ibunya sedang memasak. Namun masakannya tidak siap-siap sehinggalah anaknya tertidur dalam kelaparan. Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Saidinia Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak sedar bahwa tamu itu ialah Saiyidina Umar. Saiyidina Umar bertanya tentang hal kehidupan wanita itu. Wanita itu mengadu yang dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan. Apabila anaknya menangis hendakkan makanan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa ketul batu ke dalam periuk. Melihat keadaan itu, anaknya diam sebentar kerana menyangka ibunya memasak sesuatu. Wanita itu mengadu dan mengutuk Khalifah Saiyidina Umar kerana tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Mendengar kutukan wanita itu, Saiyidina Umar terdiam sejenak. Sebentar kemudian, dia memohon diri meninggalkan keluarga wanita itu. Dalam kegelapan malam, Saiyidina Umar terus menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri beberapa pundi gandum untuk dihantar ke rumah wanita itu. Sebaik sampai di rumah wanita itu, Saiyidina Umar memberi salam dan masuk ke rumahnya buat kali kedua. Dia mengambil gandum dari pundi lalu terus memasakkan untuk wanita dan anaknya. Wanita itu masih tidak sedar bahwaorang yang datang membawa gandum dan memasak itu ialah khalifah sendiri. Setelah siap, Saiyidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk wanita dan anaknya. Melihat mereka gembira mengadap makanan, Saiyidina Umar berasa amat senang hati dan beredar dari situ. "Kalaulah Saiyidina Umar buat begini, alangkah baiknya....," kata wanita itu tanpa menyedari orang yang berada di hadapannya ialah Saiyidina Umar sendiri.
Fadhilah Ayat Kursi
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."
Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"
Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."
Umat-umat dahulu hanya sedikit saja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.
Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah ditearngkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di samping itu kita diberi pahala.
Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.
Hadiah Kesabaran
Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata : "Anak laki-laki Abu Thalhah dari Ummu Salamah meninggal dunia. Maka isterinya berkata kepada keluarganya, 'Jangan kalian beritakan kepada Abu Thalhah tentang kematiannya, sampai aku sendiri yang mengabarkannya!' Anas bin Malik berkata, 'Abu Thalhah datang dan dihidangkan kepadanya makan malam, maka ia pun makan dan minum', Anas berkata, 'Sang isteri kemudian berdandan indah bahkan lebih indah dari waktu-waktu yang sebelumnya. Setelah dia merasa bahwa Abu Thalhah telah kenyang dan puas dengan pelayanannya, sang isteri bertanya, 'Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu tentang suatu kaum yang meminjamkan sesuatu kepada sebuah keluarga, lalu mereka mengambil barang yang dipinjamkannya, apakah mereka berhak menolaknya?' Ia berkata, 'Tidak (berhak)!' 'Jika demikian, maka mintalah pahalanya kepada Allah tentang puteramu (yang telah diambilnya kembali)!, kata sang isteri. Suaminya menyergah, 'Engkau biarkan akau, sehingga aku tidak mengetahui apa-apa, lalu engkau beritakan tentang (kematian) anakku?' Setelah itu, ia berangkat mendatangi Rasulullah SAW lalu ia ceritakan apa yang telah terjadi. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Semoga Allah memberkahi kalian berdua tadi malam'. Anas berkata, 'Lalu isterinya mengandung dan melahirkan seorang anak. Kemudian Abu Thalhah berkata kepadaku, 'Bawalah dia kepada Nabi SAW'. Lalu aku bawakan untuknya beberapa buah kurma. Nabi SAW lalu mengambil anak itu seraya berkata, 'Apakah dia membawa sesuatu?' Mereka berkata, 'Ya, beberapa buah kurma', Nabi SAW kemudian mengambilnya dan mengunyahnya, lalu diambilnya dari mulutnya, kemudian diletakkannya di mulut bayi itu dan beliau menggosok-gosokkannya pada langit-langit mulut bayi tiu, dan beliau menamainya Abdullah." (HR. Al-Bukhari, 9/587 dalam Al-Aqiqah, Muslim no. 2144).
Dalam riwayat Al-Bukhari, Sufyan bin Uyainah berkata : "Seorang laki-laki dari shahabat Anshar berkata, 'Aku melihat mereka memiliki sembilan anak. Semuanya telah hafal Al-Qur'an, yakni dari anak-anak Abdullah, yang dilahirkan dari persetubuhan malam itu, yaitu malam wafatnya anak yang pertama, yaitu Abu Umair yang Nabi SAW mencandainya seraya berkata, 'Hai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan anak burung pipit?''
Bertobat dari Maksiat, Berbuah Surga
Dari Ibnu Umar r.a. berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Adalah Dzulkifli tidak pernah menahan diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Suatu saat datanglah kepadanya seorang wanita, lalu Dzulkifli memberikan kepadanya uang sebesar enam puluh dinar dengan syarat dia boleh menggaulinya. Saat dia duduk seperti posisi seorang laki-laki di atas isterinya, si wanita tadi gemetar dan menangis? Apakah kau merasa aku memaksamu? Jawab si wanita, tidak. Akan tetapi perbuatan ini belum pernah aku lakukan, dan yang mendorongku melakukanya tak lain adalah tekanan ekonomi. Dzulkifli berkata, 'Kau akan melakukanya sementara sebelumnya tidak pernah? Sekarang pergilah engaku dan ambilah uang dinar itu untukmu.' Kemudian Dzulkifli bersumpah, 'Demi Allah, mulai sekarang Dzulkifli tidak akan pernah lagi bermaksiat kepada Allah selamanya!'. Malam harinya Dzulkifli meninggal dunia, dan pada pagi hari terdapat tulisan di pintu rumahnya; 'Sungguh Allah telah mengampuni Dzulkifli'."
Ahli Surga
Disarikan dari hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa'i, Anas bin Malik
Anas bercerita, "Pada suatu hari kamu duduk bersama Rasulullah SAW., kemudian beliau bersabda, "Sebentar lagi akan muncul dihadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga." Tiba-tiba muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri." Hal terjadi tiga kali.
Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a tinggal bersama lelaki Ansyar selama 3 hari.
Inilah amalan ahli surga, "Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada diriku niat yang buruk terhadap kaum Muslim, dan aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka." Lalu Abdullah bin Amr berkata, "Beginilah bersihnya hatimu dari perasaan jelek dari kaum Muslim, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan engkau sampai ke tempat yang terpuji itu. Inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan.”
Wajah Bercahaya sampai Akhir hayat
Al-Kandahlawi menceritakan suatu hadis tentang sahabat Nabi yang bernama Abu Dujanah. Ketika Abu Dujanah sakit keras, sahabat yang lain berkunjung kepadanya.
Tetapi menakjubkan, walaupun wajahnya pucat pasi, Abu Dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan pada akhir hayatnya. Kemudian sahabatnya bertanya kepadanya, "Apa yang menyebabkan wajah Anda bersinar?" Abu Dujanah menjawab, "Ada amal yang tidak pernah kutinggalkan dalam hidup ini. Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu mengahadapi sesama kaum Muslim dengan hati yang bersih, yang oleh Al-Quran disebut qalbun salim".
“Pada hari itu tidak ada manfaatnya di hadapan Allah SWT, harta dan anak-anak kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih.” (QS 26:88-89).
Kekasih Allah
Rasulullah mengatakan bahwa berkat kehadiran mereka Allah menyelamatkan suatu masyarakat dari bencana. Karena merekalah Allah menurunkan hujan, karena merekalah Allah menumbuhkan tetanaman, dan karena merekalah Allah mengidupkan dan mematikan. Sehingga para sahabat bertanya kepada Rasulullah, "Apa maksudnya karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan?" Rasulullah menjawab : "Kalau mereka berdoa agar Allah memanjangkan usia seseorang, maka Allah panjangkan usianya. Kalau mereka berdoa agar orang zalim itu binasa, maka Allah binasakan mereka." Kemudian Rasulullah bersabda : "Orang ini mencapai kedudukan yang tinggi bukan karena banyak shalatnya, bukan karena banyak puasanya, bukan pula karena banyaknya ibadah hajinya, tetapi karena dua hal : yaitu memiliki sifat kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada sesama kaum Muslim”
Cara Meninggalkan Maksiat; “Jangan Berbohong!”
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. karena hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya."
Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?"
"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.
Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.
Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."
Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.
"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :
"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga."
Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.
Hati-Hati Ahli Ibadah!
Seorang lelaki dikenal sangat giat beribadah. Sayangnya ia selalu membuat orang menjadi putus asa terhadap kasih sayang Allah. Hal itu dilakukan sampai ia menemukan ajalnya.
Dalam riwayat itu dikatakan, setelah lelaki itu mati lalu menuntut kepada Tuhan dari kekhusyukan ibadahnya selama di dunia, "Tuhanku, apakah kebahagiaanku di sisi-Mu?"
"Neraka," jawab Allah.
"Tuhan, lalu di mana balasan dari kerajinan ibadahku?" tanya lelaki itu keheranan.
"Bagaimana boleh. Di dunia engkau selalu membuat orang berputus asa terhadap kasih-sayang-Ku, maka hari ini Aku juga membuat engkau putus asa terhadap kasih sayang-Ku," jawab Allah.
Jaminan Allah
Dari Humaid bin Hilal, dari seorang pria, dia mengatakan, "Saya datang kepada Rasulullah saw, kemudian beliau memperlihatkan kepada saya sebuah rumah, seraya berkata, 'Ada seorang wanita yang dulu tinggal di sini, kemudian ikut berperang bersama kaum muslimin. Dia meninggalkan 12 ekor kambing dan sebuah alat tenun. Sepulangnya dari perang, dia kehilangan seekor kambing berikut alat tenunnya. Lalu dia berkata, 'Ya Rabb, sesungguhnya Engaku telah menjamin bagi orang yang keluar di jalan-Mu, bahwa Engkau akan menjaga barang kepunyaannya, Sekarang aku telah kehilangan seekor kambing dan alat tenunku. Aku mohon Engkau mengembalikan barang kepunyaanku itu.' Kemudian Rasulullah saw menceritakan bagaimana kuatnya permohonannya kepada Allah, dan ternyata di pagi harinya dia mendapatkan kembali kambingnya bersama seeokr lain, juga alat tenunnya, tidak hanya satu tetapi menjadi dua."
Iblis Saja, Pernah Mau Bertobat
Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa sesungguhnya Iblis telah datang berjumpa dengan Nabi Musa a.s. dengan berkata: "Wahai Musa, engkau adalah seorang yang telah diutus oleh Allah SWT dan Dia telah berkata-kata denganmu secara langsung." Kemudian Nabi Musa a.s. berkata: "Memang benar apa yang kamu katakan, kamu ini siapa dan apa yang kamu mahu dariku?" Lalu berkata Iblis: "Aku adalah Iblis! Wahai Musa aku mahu kamu tolong katakan kepada Tuhanmu bahawa seorang makhluk-Nya ingin minta taubat kepadaNya." Lalu Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah SWT dan menyampaikan apa yang diucap oleh Iblis, kemudian Allah SWT pun menurunkan wahyu yang bermaksud: "Wahai Musa, katakan padanya bahawa sesungguhnya Aku berkenan menerima permohonannya itu dengan syarat mestilah terlebih dahulu dia (Iblis) sujud di kubur Adam, kalau dia mahu sujud maka aku sedia mengampuni segala dosanya." Setelah Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah SWT maka Nabi Musa a.s. pun terus memberitahu Iblis tentang apa yang telah Allah perintahkan. Nabi Musa a.s. memberitahu segala perintah Allah SWT maka dengan sombong dan bongkak Iblis berkata: "Wahai Musa, aku tidak sujud pada Adam ketika ia hidup di syurga, bagaimana aku hendak sujud padanya sesudah dia mati." Begitulah sifat sombong Iblis yang tetap dengan kedegilannya, walaupun dia tahu bahawa api neraka itu akan memakannya tapi dia tetap tidak mahu beriman pada Allah SWT Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa sesungguhnya Allah SWT mengeluarkan Iblis dari neraka setiap 1000 tahun sekali, dan mengeluarkan Adam a.s. dari syurga, serta memerintahkan Iblis supaya sujud kepada Adam a.s. Disebabkan sikap angkuhnya dia tetap enggan sujud, maka dikembalikan Iblis ke dalam neraka.....
Buah Cinta Pada Nabi Muhammad SAW
Seorang hamba sahaya bernama Tsauban amat menyayangi dan merindui Nabi Muhammad saw. Sehari tidak berjumpa Nabi, dia rasakan seperti setahun. Kalau boleh dia hendak bersama Nabi setiap masa. Jika tidak bertemu Rasulullah, dia amat berasa sedih, murung dan seringkali menangis. Rasulullah juga demikian terhadap Tsauban. Baginda mengetahui betapa hebatnya kasihsayang Tsauban terhadap dirinya. Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah saw. Katanya "Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika dapat bertemu, barulah hatiku tenang dan bergembira sekali. Apabila memikirkan akhirat, hati saya bertambah cemas, takut-takut tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga yang tinggi, manakala saya belum tentu kemungkinan di syurga paling bawah atau paling membimbangkan tidak dimasukkan ke dalam syurga langsung. Ketika itu saya tentu tidak bersua muka denganmu lagi." Mendengar kata Tsauban, baginda amat terharu. Namun baginda tidak dapat berbuat apa-apa kerana itu urusan Allah. Setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw, bermaksud "Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka mereka itu nanti akan bersama mereka yang diberi nikmat oleh Allah iaitu para nabi, syuhada, orang-orang soleh dan mereka yang sebaik-baik teman." Mendengarkan jaminan Allah ini, Tsauban menjadi gembira semula.
Mencintai Orang Miskin Seperti Nabi Muhammad SAW
Sabda Rasulullah s.a.w.: "Kunci syurga ialah menyintai orang-orang miskin." Dalam hal ini Rasulullah telah menunjukkan contoh yang luar biasa. Pada suatu hari, setelah selesai sembahyang jemaah di masjid, baginda tergesa-gesa pulang ke rumah hingga sahabat-sahabat merasa hairan. Setibanya di rumah, baginda lalu menyuruh pembantunya memanggil orang-orang fakir dan miskin pada malam itu juga untuk dibahagikan wang. Sebenarnya sesudah sembahyang tadi terlintas dalam ingatan baginda yang ia masih menyimpan wang yang belum dibahagikan kepada orang yang berhak menerimanya. Suatu hari yang lain, baginda telah pergi ke pasar untuk membeli sehelai kain sambil membawa wang lapan dirham. Di tengah jalan baginda bertemu dengan seorang budak perempuan yang menangis. Dia tidak berani pulang kerana takut akan dimarahi oleh majikannya. Seketika itu juga Rasulullah memberikan kepadanya wang dua dirham, lalu berhentilah ia dari menangis. Dengan baki wang enam dirham baginda terus pergi ke pasar lalu membeli sehelai kain sarung dengan harga empat dirham. Semasa pulang baginda bertemu dengan seorang lelaki tua yang sudah koyak-koyak kain sarungnya, hingga nampak bahagian aurat. Tanpa memikirkan keperluannya baginda terus memberikan kain sarung yang baru dibelinya itu kepada orang tua tersebut. Kemudian baginda kembali ke pasar dengan wang yang masih ada. Baginda membeli kain sarung untuk dirinya sendiri yang tentu mutunya lebih rendah daripada kain sarung yang dihadiahkannya tadi.
Diolah dari berbagai sumber!
Langganan:
Postingan (Atom)